JUMAT, 27 JANUARI 2012 | 4108 Hits

Beras Impor tak Diawasi

PAREPARE -- Beras impor asal Thailand yang akan ditampung di Gudang Bulog Parepare, Kamis kemarin dibongkar di Pelabuhan Cappa Ujung Parepare dari kapal MV Ratan Fidelity.
Beras yang dibongkar sebanyak 7.500 ton dari 23 ribu ton yang akan dititip di gudang Bulog Parepare. Hanya saja, pengawasan dari instansi terkait tidak terlihat di pelabuhan. Padahal sebelumnya, Ketua Tim Monitoring bentukan Pemkot Parepare, Faisal A Sapada berjanji melakukan pengawasan untuk menghindari kebocoran. Sebab pengalaman sebelumnya, beras yang dititip di Parepare saat dikirim ke Papua dan Ambon, jumlahnya berkurang. Padahal saat di dalam gudang tidak pernah dibongkar. Setelah dicek, terjadi kebocoran saat pengangkutan dari pelabuhan ke gudang Bulog. Makanya, Pemkot membentuk tim terdiri dari Dinas Perhubungan, Dinas Perindagkop, Pelindo, Adpel, Bea dan Cukai, Satpol PP, dan instansi lainnya. Pengawasan diperketat, sebab beras tersebut hanya dititipkan pemerintah pusat di parepare untuk dikirim ke beberapa daerah di Indonesia Timur. Pantauan PARE POS saat pembongkaran di Pelabuhan Cappa Ujung, Kamis, sekira pukul 11.45 Wita, tidak ada pengawasan dari instansi terkait. Buruh terlihat menurunkan beras dari kapal dan menaikkan ke truk tanpa pengawasan. Beras yang dibongkar sebanyak 7.500 ton untuk tahap pertama. Rencananya, tahap kedua akan dibongkart 8.200 ton, dan tahap ketiga 8.200 ton. Ketua Tim Monitoring, Faisal A sapada yang dihubungi, mengaku bahwa pihaknya tetap melakukan pengawasan, namun tidak tampak mencolok, sebab beberapa polisi tidak berpakaian dinas. Sementara Pamong Praja mengecek pembongkaran di gudang. "Hari ini saya akan minta polisi Pamong Praja berjaga di gudang dan pelabuhan," katanya. Wakil Gubernur Sulsel, H Agus Arifin Nu'mang usai mengikuti Mukerda PMI, di Islamic Center, Kamis kemarin menegaskan bahwa Sulsel menolak beras impor. Makanya, dengan dititipnya beras di Parepare, ia mengaku akan koordinasi dengan pemerintah daerah, bahkan berjanji menurunkan tim. "Beras yang masuk hanya transit saja, selanjutnya didistribusi ke daerah tujuan," katanya. (sam)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Beras Impor tak Diawasi "