JUMAT, 27 JANUARI 2012 | 5694 Hits
Warga Mengeluh Harga Elpiji Naik
BARRU — Kelangkaan tabung elpiji tiga kilogram di sejumlah wilayah di Kabupaten Barru saat ini masih dirasakan masyarakati.
Ironisnya, jikapun ada di tingkat pengecer, harganya naik hingga Rp20 ribu, padahal saat pasokan normal, harga pertabunganya hanya berkisar Rp14 ribu.
Kenaikan harga ini diduga dipicu kelangkaan elpiji di pasaran, beberapa hari terakhir.
Latif, warga Sumpang Binangae mengatakan, selain langka, harga tabung elpiji juga
melambung tinggi. Kenaikan harga tabung elpiji tiga kilogran ini diduga karena stoknya masih kurang yang sempat beberapa hari menghilang.
“Sebagai masyarakat, tentu kita mengeluh karena tiba-tiba harga tabung elpiji melambung tinggi, padahal pemerintah tidak pernah menaikkan harga,” katanya, Kamis, 26 Januari kemarin.
Hingga Kamis kemarin, sejumlah masyarakat mengaku masih sulit mendapatakan tabung elpiji ukuran 3 kilogram. Beberapa pengecer yang didatangi kata dia, katanya belum menerima gas elpiji dari ageng.
Kabag Perekonomian Pemkab Barru, H Kahar yang dihubungi Kamis, 26 Januari,
mengakui bahwa saat ini sudah ada pasokan gas elpiji dari pertamina. Namun kemungkinan belum sampai di tingkat pengecer.
“Memang pernah terjadi kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram tapi bukan hanya di Barru beberapa daerah lainnya juga demikian, ini diakibatkan karean terlambatnya pasokan,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Perindustrian dan Perdagangan Barru, Andi Makmun yang dihubungi juga membenarkan adanya keterlambatan distribusi ke tingkat pengecer, terutama tabung gas elpiji isi tiga kilogram.
Pihaknya sendiri sudah dua hari melakukan pemantauan. Dan hasilnya, beberapa pengecer memang telah menaikkan harga menjadi Rp18 ribu sampai Rp 20 ribu gas elpiji ukuran 3 kg. “Saat ini sudah ada pasokan namun belum terlalu banyak, dan ini terus kita pantau,” ungkapnya. (LAPORAN: AHMADI KALUB - EDITOR: SYAFRUDDIN WELA)
Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Warga Mengeluh Harga Elpiji Naik "
|