JUMAT, 27 JANUARI 2012 | 3185 Hits

TPH Keciprat Dana SL Rp 6,9 M
SOPPENG—Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Soppeng tahun ini kecipratan bantuan dana sekira Rp6,9 miliar. Dananya bersumber dari APBN yang akan diperuntukkan untuk pelaksanaan sekolah lapangan pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT).
Kepala Bidang Pembibitan dan Peningkatan Produksi Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Soppeng, Ir Muh Darwis Muis di ruang kerjanya, Kamis 26 Januari mengatakan, kepastian besaran bantuan dana yang diperoleh tahun ini diketahui berdasarkan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) yang diterima dari pusat. Menurutnya, bantuan dana ini nantinya akan ditransfer langsung pusat ke rekening kelompok SL-PTT masing-masing. Dana tersebut, kata Darwis, masing-masing dialokasikan untuk tanaman padi non hibrida seluas 12.000 hektare yang akan dikelola 743 unit SL. Kemudian padi hibrida seluas 7.430 hektare yang akan dikelola 240 SL.Selanjutnya, diperuntukkan untuk tanaman jagung hibrida yang ditargetkan seluas 1.020 hektare. Pengembangan jagung hibrida ini nantinya akan dikelola 68 unit SL, dan kadele seluas 2.400 hektare dengan dikelola oleh 240 SL. Selain bantuan dana tersebut, lanjut Darwis, Soppeng juga mendapatkan bantuan langsung benih unggul (BLBU). Terdiri atas benih padi non hibrida 25 kg kali luas areal 12.000 hektare, dan bantuan benih padi hibrida 15 kg dikalikan lahan persawahan seluas 7.430 haktare (15 kg/hektare). Darwis menambahkan, khusus untuk benih kedele sebanyak 40 kg/hektare dengan luas lahan 2.400 hektare, dan benih jagung hibrida yang diperuntukkan untuk lahan seluas 1.020 hektare atau 15 kg/hektarenya. ”Jadi sebenarnya bantuan dana yang kita peroleh tahun ini disertai dengan pemberian BLBU. Namun BLBU ini anggarannya diluar dari pada dana sebesar Rp 6,9 miliar tersebut,” jelas Darwis. (wis/rif)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " TPH Keciprat Dana SL Rp 6,9 M "