RABU, 25 JANUARI 2012 | 6435 Hits

Cara Terbaik Mengajar Agar Siswa Dapat Mengingat Lebih Lama
Bagaimana guru dapat menemukan cara terbaik untuk menyampaikan berbagai hal yang diajarkan di dalam mata pelajaran Agama Islam.
Sehingga semua siswa dapat menggunakan dan mengingat hal tersebut lebih lama ? Terlebih dahulu penulis mengemukakan apa arti mengajar dan belajar itu sendiri. Mengajar adalah proses mengatur atau mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa, sehingga dapat membutuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar. Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya pada diri seseorang, perubahan sebagai hasil proses belajar yang dapat diajukan dalam berbagai bentuk atau belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang berupa tingkah laku, keterampilan dan sikap. Pembelajaran seharusnya berkarakteristik sebagai berikut : l Kerjasama l Saling menunjang l Menyenangkan l Belajar dengan bergairah l Pembelajaran terintegrasi l Menggunakan berbagai sumber l Siswa aktif dan kritis l Berbagi dengan teman l Guru kreatif l Laporan kepada wali bukan hanya report, tetapi hasil karya siswa, dan lainnya Selain itu, harus dapat berperan sebagai fasilitator, motivasi, pemacu dan pemberi inspirasi belajar. Oleh sebab itu, guru dituntut memiliki kompetensi sebagai agen pembelajaran yang meliputi : kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Kompetensi padagogikdiwujudkan dengan kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap siswa, perancangan dan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, pengembangan untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki. Kompetensi kepribadian terwujud dalam kepribadian yang mencerminkan penguasaan dan pemilikan budaya daerah yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, berakhlak mulia, teladan bagi siswa. Kompetensi sosial, terwujud lewat kemampuan guru berkomunikasi, bergaul secara efektif dengan siswa, sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa dan masyarakat. Langkah Pembelajaran yang Menyenangkan Contoh langkah-langkah pembelajaran yang bermakna dan menyanangkan dalam pembelajaran menulis, bukan berarti mendengar, berbicara tidak menyenangkan di atas penulis sudah menjelaskan, tapi guru sesekali siswa dapat diminta untuk menulis sesuatu, terutama guru agama ataupun guru lainnya. Siswa ditugaskan menulis dengan langkah: l Siswa dan guru bertanya jawab untuk menentukan satu ayat dalam Al Qur’an yang dipelajari siswa, diminta menulis tafsir Al-Fatihah, Surah An-Nas atau dengan diminta menulis huruf-huruf arabnya. l Siswa mendengarkan guru menuliskan firman Allah Surah Ar Rum (30) ayat 41 “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan dengan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari pada (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali berjalan yang benar, apalagi dilisankan dengan bahasa arab l Saat ayat dilisankan dengan penuh kejiwaaan mencapai klimaks guru diam sejenak melihat reaksi siswa, ketika siswa mulai penasaran berteriak bagaimana kelanjutannya ? l Siswa diberi kesempatan berfikir l Siswa diminta memberi tanggapan dan meneruskan ayat-ayat selanjutnya dalam bentuk tulisan dengan membuka tafsir masing-masing. l Guru dan siswa berdiskusi tentang apa dan bagaimana pendapat mereka tentang tulisan yang dia dapatkan sendiri dalam Al Qur’an l Secara berpasangan siswa diminta saling mengoreksi dimana letak kesalahan menulis dan melisankan tulisan Al Qur’an l Guru dan siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Belajar pada hakikatnya merupakan proses untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Untuk itu, di dalam proses pembelajaran subyke harus memakai pendekatan ilmiah dalam berdialektika dengan dunia sehingga dapat menjelaskan realitas secara benar. Maka sesuangguhnya mengetahui itu tidak sama dengan mengingat. Dalam konteks ini dibenarkan adanya sintesis pengetahuan guru dan siswa melalui dialog. (berbagai sumber)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Cara Terbaik Mengajar Agar Siswa Dapat Mengingat Lebih Lama "