SENIN, 11 APRIL 2011 | 41626 Hits
Bank Dunia Pantau Progres Agenda Reformasi
SIDRAP -- Pihak Bank Bank Dunia (World Bank) terkait dengan program USDRP (Urban Sector Development Program) kembali melakukan kunjungan ke Sidrap.
Misi kesepuluh USDRP kali ini bertujuan melakukan monitoring dan evaluasi tentang progres pelaksanaan agenda reformasi yang dicapai Kabupaten Sidrap sebagai peserta USDRP.
Tim yang dipimpin Indra Prasetyo, Asisten CPMU-USDRP (Central Project Management Unit - USDRP) terbilang lengkap. Menyertai tim hadir, Rempu S Rayat dari CPMU, Endang Cahyani dari Kementerian Perindag, Adhika PW dari Kementerian Pekerjaan Umum, Prasetyo dari Kementerian Keuangan dan utusan langsung World Bank (Bank Dunia) Nita Sarwani. Selain itu, ada M Iskandar dari LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah), dan tak ketinggalan para konsultan pendamping USDRP yang ditugaskan di Sidrap seperti, Muhajir, Yadi Arodhiskara, Amin Said dan yang lainnya.
Sesi 1 monitoring Tim USDRP berupa ekpose Ketua PMU-USDRP (Project Management Unit-USDRP) Kab Sidrap, Andi Irwan Bangsawan, tentang progres pelaksanaan agenda reformasi bidang-bidang yang diprogramkan USDRP di daerah ini. Sedangkan sesi 2, tim USDRP memonitoring langsung SKPD terkait.
Dari jajaran Pemkab Sidrap dalam ekpose ketua PMU hadir , Kadis Koperindag dan UMKM diwakili Sekretarisnya H Labodding, Ketua Komisi II DPRD Sidrap HM Pelita Umar, yang mewakili SKPD terkait seperti Dinas Bina Marga, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Pendapatan Daerah, Badan Pengelolaa Keuangan daerah (BPKD), Bagian Adm Pembangunan, Bagian Humas dan Bagian Organisasi Setda serta unsur terkait lainnya.
Secara sitematis melalui visualisasi di layar monitor, Irwan Bangsawan yang juga Kepala Bappeda Sidrap memaparkan tentang hasil-hasil dan peningkatan yang telah dicapai. Mulai dari reformasi bidang reformasi bidang transparansi dan accountability, reformasi pengelolaan keuangan daerah dan reformasi pengadaan barang dan jasa, inovasi-inovasi yang dilakukan dan sebagainya.
Irwan Bangsawan secara makro menggambarkan tentang progres pelaksanaan agenda reformasi beserta inovasi-inovasi yang dilakukan pemerintah daerah selama ini. Diantaranya, penataan administrasi dan tranparansi pengelolaan keuangan daerah, pendirian ULP (Unit Layanan Pengadaan) Barang dan Jasa, publikasi secara luas kepada publik melalui media cetak dan media elektronik (website).
Progres ataupun inovasi lainnya, urai Ketua PMU, dalam musrenbang tahun 2009-2010 diterapkan pola pagu definitif dan pagu konsultatif, pelibatan perguruan tinggi dan wakil pengamat masyarakat (WPM) dalam proses lelang tender, pemberian penghargaan kepada rekanan (kontraktor) terbaik dan yang lainnya.
Ekspose Ketua PMU Irwan Bangsawan yang dilanjutkan dengan dialog, memberikan makna yang berarti terkait dengan pelaksanaan agenda reformasi daerah ini. Dengan dipandu langsung Ketua PMU, Irwan Bangsawan, peserta yang tampil bicara antaralain, Rempu S Rayat (CPMU), Abdullah Dalie (konsultan pendamping), Andi Ida (Bag Adm Pembangunan), HM Pelita Umar (Ketua Komisi II DPRD Sidrap), M Iskandarsyah (LKPP), H Labodding (Sekrataris Dinas Koperindag dan UMKM) dan yang lainnya.
Dari Bank Dunia, Nita Sarwani menyampaikan beberapa hal penting, utamanya terkait dengan publikasi yang ditayangkan melalui website pemerintah daerah. Poin-poin penting yang seharusnya dipublikasikan, urainya, antaralain, Indiktor RKPD, RPJMD, Ringkasan APBD 2010-2011, Laporan Keuangan 2009, Rencana Pengadaan tahun 2011, Data Kontrak 2011, Laporan Keuangan Teraudit dan yang lainnya.
Utusan khusus Bank Dunia Nita Sarwani juga merespon positif program pemberian penghargaan kepada kontraktor yang kinerjanya baik. Namun, ia menyarankan kiranya kriterianya agak sederhana dan tidak usah terlalu detail agar tak menimbulkan kesan membatasi pelelangan.
Khusus ketiga pasar di Sidrap yang telah dibangun dengan bantuan Bank Dunia, (Pasar Pangkejene, Pasar Rappang dan Pasar Tanru Tedong), utusan Bank Dunia itu memberikan warning kepada pemerintah daerah agar fasilitas umum tersebut betul-betul dipelihara kebersihannya dan ditatakelola dengan baik. ”Jangan hendaknya, ketiga pasar yang sudah dibangun itu, tiga tahun sesudahnya kembali sama dengan pasar sebelum dibangun USDRP,” ujarnya mengingatkan. (edy)
Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Bank Dunia Pantau Progres Agenda Reformasi "
|