RABU, 08 SEPTEMBER 2010 | 1898 Hits
Meski Diprediksi Sama, PBNU Tunggu Penetapan Pemerintah
Meskipun 1 Syawal 1431 dipredisikan bersamaan (10/9) waktunya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan melaksanakan pengamatan hilal pada Rabu (8/9).
Hasilnya akan diserahkan ke pemerintah dan menunggu keputusan sidang
isbat yang digelar pemerintah besok (8/9).
Menurut Ketua Lajnah Falakiyah PBNU, Ghazalie Masroeri, tradisi tersebut
dilakukan PBNU mengacu pada dalil Alquran dan Sunnah yang menyatakan
perlunya peran ulim amri dalam ihwal penetapan awal bulan. ''PBNU tidak bisa
menentukan tetapi otoritas berada pada pemerintah,'' ujarnya, di Jakarta, Selasa
(7/9)
Ghazalie menjelaskan, untuk mencapai rukyat hilal yang berkualitas PBNU
menggunakan hisab sebagai acuan penguat dan bukan penentu. Oleh karena itu,
PBNU menggelar rukyat hilal di sembilan puluh titik lokasi rukyat strategis di
seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut di bawah koordinasi Lajnah Falakiyah PBNU.
Rukyat tersebut dilaksanakan oleh 120 perukyat bersertifikat nasional.
Di samping itu sejumlah para alim ulama ahli rukyah, ahli hisab, nahdliyyin dan
pesantren setempat, serta instansi terkait ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Ke depan, Ghazalie memandang perlu mempersatukan umat Islam terutama para
elit ormas. Semua pihak duduk bersama membicarakan upaya redifinisi hilal yang
mengacu Alquran, Sunnah, bahasa, dan ilmu pengetahuan.
Sebab, disinilah letak persoalan yang memicu perbedaan selama ini. Bukan cuma
NU dan Muhammadiyah tetapi termasuk kelompok-kelompok lain. Pembahasan
tersebut penting karena tak hanya membahas penetapan awal dan akhir bulan
Ramadhan akan tetapi juga bulan lainnya seperti Idul Adha. ''NU akan terbuka
demi kemaslahatan bersama,'' ujar dia. (**)
Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Meski Diprediksi Sama, PBNU Tunggu Penetapan Pemerintah "
|