RABU, 08 SEPTEMBER 2010 | 4303 Hits
Dinas PKPK Musnahkan Puluhan Unggas Daging Berformalin Marak Beredar

PAREPARE -- Masyarakat diminta waspada, selektif dalam memilih daging yang dijual di pasaran. Khususnya daging unggas yang ditemukan banyak mengandung formalin.
Itu berdasarkan hasil inspeksi mendadak yang dilakukan tim gabungan Dinas Kehutanan Perikanan Kelautan dan Perikanan, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Kelurahan Ujung Sabbang di Pasar Senggol Parepare, Senin malam, 6 September.
Dalam operasi itu tim menemukan sedikitnya 21 ekor ayam berformalin, dan langsung dimusnahkan, kemarin. "Dari hasil pemeriksaan tim dokter hewan melalui uji laboratorium sampel daging ayam di Pasar Senggol, ditemukan daging ayam milik pedagang berinisial MS, positif mengandung formalin. Selain itu ditemukan juga daging ayam sudah fase awal pembusukan," kata pelaksana tugas Kepala Dinas PKPK Parepare, Ir Hj Damilah Husain melalui Kabid Peternakan, Ir Mustamin di lokasi pemusnahan, Selasa 7 September.
Menurut dia, inspeksi mendadak terhadap peredaran daging tidak laik konsumsi di pasar tradisional dan supermarket akan terus dilakukan. Hal itu guna menjawab anggapan beberapa pihak yang menilai survei pasar merupakan kegiatan mubazir.
"Kegiatan ini sudah terjadwal rutin tidak hanya pada hari-hari besar seperti sekarang. Kami pun berupaya menepis anggapan pihak tertentu yang menilai kegiatan ini tidak berpengaruh besar terhadap kenaikan harga bahan pokok," paparnya.
Mustamin menyebutkan, ciri ayam potong yang mengandung formalin, yakni berwarna putih pucat dan lebih awet atau tidak mudah membusuk. Usus ayam tidak bisa dipotong pakai kuku, karena teksturnya keras. Daging kaku dan mengkilat.
"Daging ayam yang berformalin itu langsung disita kemudian dimusnahkan untuk memberikan efek jera kepada pelaku," katanya.
Dari segi ekonomi harganya otomatis lebih rendah ketimbang daging ayam sehat konsumsi. Ini jelas merugikan para pedagang lainnya. Adapun bahan makanan yang berfomalin, lanjut dia, dapat memicu timbulnya berbagai macam penyakit yang berbahaya bagi manusia. Itu karena formalin merupakan larutan yang tidak berwana dan baunya sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekira 37 persen formaldehid dalam air. Biasanya ditambah metanol hingga 15 persen sebagai pengawet.
Bahaya formalin jika terhirup, mengenai kulit dan tertelan akan menyebabkan luka bakar, iritasi pada saluran pernafasan, reaksi alergi, dan bahaya kanker pada manusia. "Tertelan sebanyak dua sendok makan saja atau 30 ml, bisa menyebabkan kematian," ingatnya. Dua anggota tim Kesehatan Hewan Dinas PKPK dr Yuli dan dr Nurdin menambahkan, awalnya saat sidak Kamis 2 September lalu, pedagang bersangkutan sudah ditemukan menjual daging ayam yang terindikasi berformalin.
Hanya saja, saat itu tim belum melakukan tindakan apa-apa, tapi terus dipantau hingga akhirnya, Senin 6 September, tim kembali menemukan daging ayam dagangannya ternyata berformalin. "Kita langsung menyitanya sebagai bentuk sanksi tegas. Sebab kita memang sudah pantau saat sidak pertama," beber Nurdin.
Sementara pemilik daging ayam, MS, saat ditemui mengaku tidak mengetahui jika daging ayam yang dijualnya itu mengandung formalin. "Saya ini hanya pedagang. Mana tahu apa itu formalin," keluhnya. (sar)
Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Daging Berformalin Marak Beredar "
|