RABU, 08 SEPTEMBER 2010 | 5174 Hits

Buntuti Korban, Pecahkan Kaca Mobil
Rampok Sasar Nasabah Bank

SIDRAP -- Percobaan perampokan nasabah bank kembali terjadi di Sidrap, sekitar pukul 11.30 Wita, Selasa, kemarin. Kali ini menimpa seorang nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Sidrap, H Anwar (42) warga asal Manisa, Kecamatan Baranti.
Anwar yang juga tercatat sebagai salah satu nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sidrap ini, baru saja mencairkan simpanannya di kantor BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Pangkajene sebesar Rp50 juta. Namun karena dana BRI tidak mencukupi sesuai kebutuhannya, Anwar kemudian hendak mencairkan lagi Rp50 juta di kantor BNI Pangkajene. Namun nahas bagi pengusaha penggilingan beras ini, di tengah antrean panjang di kantor BNI, Anwar justru menjadi korban percobaan perampokan di depan kantor itu. Pelaku berhasil memecahkan kaca pintu depan mobil Toyota Innova bernopol DD 472 UF yang dikendarai korban. Untungnya uang Rp50 juta dibawa korban sehingga berhasil diselamatkan. Hanya tas korban berisi surat-surat piutang dan kalkulator dibawa kabur pelaku. "Kejadiannya berlangsung sangat cepat. Saat itu saya baru saja keluar dari mobil dan masuk ke dalam kantor BNI. Tak lama kemudian, saya dipanggil satpam BNI dan melihat kaca mobil saya sudah pecah. Sebuah tas berwarna hitam berisi surat-surat piutang dan kalkulator dibawa kabur pelaku," aku Anwar, pemilik penggilingan padi di Manisa ini. Korban percobaan perampokan, Anwar di tengah kerumunan warga mengatakan, dirinya sama sekali tak menduga jika ada seseorang yang membuntuti dirinya dari kantor BRI Cabang Sidrap. "Peristiwa ini mungkin tidak terjadi seandainya BRI memiliki persediaan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan saya," ujarnya. Korban menuturkan, uang sebanyak Rp50 juta yang baru saja dicairkan di BRI, disimpannya ke dalam baju untuk mengantisipasi kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan. "Alhamdulillah, usaha saya tercapai sebab pelaku mengira uang itu saya simpan di dalam tas dan akhirnya pelaku menyambar tas yang tersimpan di dalam mobil," tuturnya. Kepala Unit Buru Sergap (Buser) Polres Sidrap, Ipda Suardi yang ditemui di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) mengatakan, pelaku diduga berjumlah tiga orang. Dua orang bertindak selaku eksekutor menggunakan sepeda motor dan seorang lainnya berada di dalam kantor BNI memata-matai korban. Kamera pengintai (CCTV) milik BNI Cabang Sidrap kata Ipda Suardi, sempat merekam aksi petiga pelaku. Namun sayang, tayangan video yang ditampilkan tidak jelas sehingga wajah ketiga pelaku belum bisa diidentifikasi. "Tampak salah satu pelaku masuk ke dalam BNI dan memata-matai korban sebelum peristiwa terjadi," kata Ipda Suardi. Menyusul meningkatnya aksi kejahatan khususnya terhadap nasabah bank, sejumlah bank di kawasan Ajatappareng meningkatkan pengamanan. Kapolres Pinrang AKBP Akhmad Jamal Yuliarto mengatakan, sejumlah perbankan di Pinrang sudah meminta penambahan personel polisi untuk pengamanan bank. Itu untuk memberi rasa aman kepada nasabah selama menjalankan transaksi perbankan. "Meski tidak ada permintaan penambahan pengamanan, kami tetap akan menambah personel sebagai langkah antisipasi terjadinya tindak kejahatan," katanya. Akhmad memaparkan, jika sebelumnya pengamanan bank hanya dilakukan seorang petugas polisi bersenjata lengkap, kini ditambah menjadi lima orang. Dua tambahan dari Satuan Reskrim dan dua dari Satuan Intel. "Tiap bank dijaga lima petugas Polres. Satu di posisi dalam gedung bank dan empat berpakaian preman berjaga di luar bank," jelasnya. Ditambahkan Akhmad, selain gedung perbankan, pihaknya juga meningkatkan pengamanan di pasar-pasar tradisional, termasuk pusat penjualan emas, dan titik-titik lainnya yang dianggap rawan terjadi tindak kejahatan. Pengamanan pusat-pusat kegiatan perputaran ekonomi oleh Polres Pinrang akan terus dilakukan hingga memasuki hari ketujuh setelah perayaan Idul Fitri 1431 H. "Dengan pengamanan berlapis yang kami lakukan di pusat-pusat kegiatan ekonomi seperti bank, pasar, dan toko emas, diharap stabilitas keamanan masyarakat bisa tetap kondusif," harapnya. Sementara untuk mengamankan arus mudik dan balik, Polres Pinrang menggerakkan 2/3 personel atau 100 orang. Polres juga membangun tujuh posko Operasi Ketupat 2010, masing-masing di Kariango, depan Masjid Almunawir, pasar sentral, Tiroang, Kaballangan, Sulili, dan Lemosusu. (bas)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Rampok Sasar Nasabah Bank "