SELASA, 07 SEPTEMBER 2010 | 18291 Hits

Mensyukuri Nikmat Allah SWT

Bersyukur berarti melakukan sesuatu yang mengandung arti/makna berterima kasih kepada Allah Swt. sebab telah memahami dengan jelas asal secara hakiki sesuatu bahwa sesungguhnya semuanya adalah dari Allah, dan semuanya mengandung manfaat yang sangat tinggi untuk kemaslahatan/kebagusan hidup manusia,
dalam hidup dan kehidupan alam semesta pada umumnya lebih khusus kehidupan umat manusia, sebagaimana firman-Nya: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Q.S. Ali Imran (3): 191). Cara yang realistis dalam bersyukur pada Allah Swt. ialah seorang mestinya senantiasa: 1. Memaksimalkan kemampuannya untuk membaca sesuatu hingga memahaminya dengan baik dan benar karakter sesuatu tersebut, apa dan untuk apa sesuatu tersebut. 2. Memelihara sesuatu yang ia telah memahaminya dengan baik dan benar sehingga dapat tahan, awet dan lestari adanya. 3. Mendayagunakan sesuatu yang ia telah memahaminya dengan baik dan benar, yang semuanya membawa manfaat yang baik baginya dan keluarga serta masyarakatnya. 4. Pelaksanaan syukur akan membawa manfaat sebagai berikut: b. Bersyukur kepada Allah Swt. merupakan ungkapan/kegiatan menunaikan perintah Allah kepada hamba-Nya, dan tujuan bersyukur semata-mata hanya kepada pribadi yang bersyukur, bukan kepada Allah dan bukan kepada orang lain, sebagaimana firman-Nya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (Q.S. Luqman (31):12). c. Dengan bersyukur kepada Allah Swt. berarti mengingat kepada-Nya dan Allah akan mengingat pula kepada orang yang mengingat-Nya artinya Dia meridhai, memberikan petunjuk, yang mengantarkannya kepada kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat, sebagaimana firman-Nya: Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni`mat) -Ku. (Q.S. Al Baqarah (2): 152). Kemampuan seseorang mewujudkan sikap bersyukur kepada Allah, menunjukkan kualitas pengabdiannya semata-mata kepada Allah Swt. aqidah/tauhidnya. Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah. (Q.S. AL Baqarah (2): 172). d. Dengan bersyukur kepada Allah, maka Allah Swt. memberikan balasan berupa jaminan akan menambah rezeki (dalam arti yang luas) kepadanya, dan jika seseorang mengingkari nikmat-Nya, maka sesungguhnya azab (dalam arti yang luas) yang dia akan derita, sebagaimana firman-Nya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S. Ibrahim (14):7). e. Dengan bersyukur kepada Allah Swt. maka mereka itu dibalasi petunjuk yang lurus (dalam arti yang luas) dari Allah Swt. mereka tidak dapat disesatkan oleh setan dalam segala bentuknya, sebagaimana firman-Nya: Mensyukuri ni`mat-ni`mat Allah, Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus. (Q.S.AN Nahl (16): 121). Dengan penjelasan di atas, maka sewajarnya jika banyak ungkapan syukur di tengah-tengah masyarakat yang sangat perlu disusun kembali pelaksanaannya, sehingga menjadi sesuai yang sebenarnya menurut petunjuk dari Allah Swt. Semoga.

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Mensyukuri Nikmat Allah SWT "