SABTU, 04 SEPTEMBER 2010 | 5642 Hits

Tanggul Penahan Ombak Waetuoe Diduga Salah Bestek
PINRANG--Proyek tanggul penahan ombak di Desa Waetue, Kecamatan Lanrisang, yang menelan dana APBD I Provinsi Sulsel sebanyak Rp 3 miliar disorot warga.
Pasalnya, pemasangan lening sepanjang 300 meter 30 meter diantaranya campuran memakai pasir laut. Sejumlah tokoh masyarakat Desa Waetuo, belum lama ini mengungkap, pelaksanaan proyek tanggul penahan ombak diduga banyak yang tidak sesuai bestek. Bukan hanya campuran disinyalir memakai pasir laut, tetapi pemasangan cincing harusnya memakai terpal dan harus digalih lebih dalam, justru sangat rendah. "Sehingga dikhawatirkan longsor pemasangan cincing dikemudian hari," ungkap warga. Kehadiran proyek cukup besar ini disambut antusias dan perlu dikembangkan. Pembangunan tanggul disarankan diawali dari ujung timur, namun justru dimulai dari barat. "Makanya, keberadaan proyek ini diduga tidak melalui peninjauan lapangan, sebelum pelaksanakan kegiatan. Untuk itu, warga mendesak DPRD melakukan peninjauan langsung dilokasi proyek," harapnya. Jamain, staf PT Maewa Lestari di lokasi proyek membantah pemasangan batu sepanjang 30 meter menggunakan campuran pasir laut dan pemasangan cincing dengan kedalaman rendah dan tidak memakai terpal. "Hal itu sama sekali tidak benar," kata Jamain kepada PARE POS. Jamain juga mempertanyakan jika ada warga Desa Waetuoe memprotes proyek tersebut. Sebab mereka tahu persis kondisi bangunan tanggul penahan ombak. Pelaksanaan proyek ini paling mayoritas pekerjaan warga Desa Waetuoe. "Apalagi yang kita pakai selalu ambil pasir di sungai Saddang Lasape hanya mobil pengusaha pasir dari Sempang Desa Mattiro Ade, tidak mungkin kita pakai pasir laut sementara pasir Lasape masih banyak," jelasnya. Volume pekerjaan proyek mendapat alokasi dana APBD I sebesar Rp 3 miliar dengan tinggi pondasi 4 meter dan tebal 27 Cm dari panjang 279 meter. "Jadi bukan 300 meter," jelasnya. Untuk realisasi pelaksanaan proyek pihaknya optimis akan menyelesaikan 100 persen, hingga masa kontrak 4 November mendatang. "Semoga tahun mendatang Desa Waetuoe dapat lagi ini untuk kelajutan," pungkasnya. (ilo)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Tanggul Penahan Ombak Waetuoe Diduga Salah Bestek "