JUMAT, 03 SEPTEMBER 2010 | 5798 Hits
Budidaya Ikan Air Tawar Kembali Bergairah
ENREKANG -- Usaha produksi ikan dari hasil mina padi (budidaya ikan di sawah) kembali bergairah dan berpotensi untuk dikembangkan para petani yang ada di daerah itu.
Luas lahan yang potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi budidaya air tawar
mencapai 2.170 hektare. Saat ini, dari luas lahan tersebut, ternyata baru
dimanfaatkan sekira 834 hektare oleh para petani.
"Saat ini, masyarakat bisa membidik usaha perikanan menjadi usaha andalan yang
mampu memberikan kontribusi nyata bagi penghidupan para pelaku usahanya,
serta untuk peningkatan ekonomi mereka" ujar Kabid Perikanan Enrekang, Ruddin
Daud, Rabu kemarin.
Untuk mengoptimalkan sistem mina padi, Pemkab melalui Dinas Perikanan telah
menargetkan peningkatan hasil ikan air tawar melalui sistem mina padi.
"Saat ini produksi ikan yang dihasilkan 340 tin, di tahun 2014 kami menargetkan
bisa mencapai 520 ton. Rata-rata yang dikembangkan adalah jenis ikan mas dan
nila," bebetnya.
Untuk bisa mewujudkan target tersebut lanjutnya, pihaknya akan lebih
mengoptimalkan penyaluran bibit ikan hingga dua juta ekor bibit. Diakuinya saat
ini penyaluran bibir ikan oleh dinas perikanan baru 950 ekor bibit. Bibit
tersebut, menurutnya diperoleh dari penakaran benih ikan di Balai Benih Ikan
(BBI) Enrekang yang ada di Kecamatan Alla dan Cendana.
Bahkan saat ini dinas perikanan lanjutnya, telah membentuk unit pembenihan
rakyat yang tersebar di 12 kecamatan yang ada. (mur)
Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Budidaya Ikan Air Tawar Kembali Bergairah "
|