KAMIS, 02 SEPTEMBER 2010 | 6006 Hits
Soal Oknum TNI Diduga Aniaya Warga "Tak Benar, Itu Mengada-ada"
SIDRAP -- St, oknum TNI yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Labeddu alias Ambo Tang, warga asal Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap, kemarin membantahnya. Menurutnya, sesuatu yang tidak mungkin, ia melakukan penganiayaan tersebut di Mapolsek Tellu Limpoe.
Menurutnya, Labeddu yang ke Puskesmas, tidak dirawat, sebab memang ia tidak dianiaya. Bahkan St mengaku hanya mengingatkan kepada Labeddu untuk tidak berbuat macam-macam. "Ia mencak-mencak, makanya saya ingatkan dengan menariknya agar tidak ribut-ribut. Nah, inikah yang disebut penganiayaan," katanya kepada wartawan koran ini, kemarin.
St mengaku perlu melakukan klarifikasi, sebab hal itu bukan saja bisa merusak citranya sebagai aparat, tetapi juga institusi. "Seadainya saya melakukan penganiayaan, tentu ia akan mengalami lecet atau apa. Tapi ini sama sekali tidak ada. Yah, saya kan hanya menarik untuk tidak mencak-mencak," ungkapnya.
St mengungkapkan bahwa ia dan Labeddu memang sepakat menyelesaikan sengketa tanah yang masing-masing mengklaim sebagai miliknya di Mapolsek Tellu Limpoe. "Itu tadi, ia mencak-mencak, dan saya memintanya untuk tidak berbuat seperti itu. Setelah itu, selesai," ulang St. St mengaku, juga telah melakukan klarifikasi dengan korpsnya terkait masalah itu. (**)
Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " "Tak Benar, Itu Mengada-ada" "
|