KAMIS, 02 SEPTEMBER 2010 | 5486 Hits

Laju Inflasi Mamuju Capai 2,8 Persen
MAMUJU -- Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Agustus tahun 2010 ini menempati posisi ke-29 dari 57 kabupaten/kota di Indonesia yang mengalami inflasi.
Bahkan inflasi tertinggi terjadi di Gorontalo dengan capai 3,75 persen dengan IHK 126,20 dan terendah di Mataram dengan capaian inflasi berkisar 0,05 persen dengan IHK 129,02 "Mamuju sendiri mengalami inflasi berkisar 0,77 persen dengan IHK 124,78 pada Agustus ini. Namun Mamuju secara umum di tahun 2010 ini mengalami laju inflasi 2,8 persen," jelas Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Mamuju, Drs c yang dihubungi Rabu 1 Sebtember, kemarin. Hasil tersebut, kata dia, itu berdasarkan hasil survei hagra konsumen di 66 kabupaten/kota di Indonesia pada Agustus 2010. "Sedang deflasi tertinggi terjadi di Pematang Siantar berkisar 0,75 persen dengan IHK 121,94 dan terendah di Sibolga 0,02 persen dengan IHK 124,96," katanya. Menurutnya, Inflasi di Mamuju pada Agustus ini, secara umum disebabkan oleh peningkatan indeks harga konsumen pada empat kelompok barang dan jasa antara lain, kelompok bahan makanan 1,75 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,44 persen, kelompok kesehatan 0,40 persen, serta kelompok transpor, kominikasi dan jasa keuangan 0,01 persen. "Sementara kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, kelompok sandang dan pendidikan, rekreasi dan olahraga masing-masing mengalami penurunan 0,01 persen, 0,31 persen dan 0,81 persen," rincinya. Syihabuddin menyebutkan, peningkatan signifikan pada kelompok bahan makanan diakibatkan oleh besarnya andil inflasi pada sub kelompok sayur-sayuran, sub kelompok bumbu-bumbuan dan sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya masing-masing sebesar 0,37 persen, 0,23 persen dan 0,20 persen. "Peningkatan yang juga cukup signifikan pada kelompok-kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar diakibatkan besarnya andil inflasi pada sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 6,69 persen," paparnya. Syihabuddin menambahkan, komoditi yang memberikan sunbangan inflasi masing-masing tarif listrik 0,23 persen, kangkung 0,21 persen, beras dan kacang panjang 0,19 persen, cabe rawit 0,16 persen, cabe merah 0,11 persen, ikan segar bandeng dan bahan bakar rumah tangga masing-masing 0,07 persen, sewa rumah 0,05 persen, daging ayam ras, 0,04 persen serta ayam hidup dan telur ayam ras masing-masing 0,02 persen. "Sementara, komoditi yang memberikan sumbangan inflasi namun bernilai negatif adalah ikan segar cakalang -0,28 persen, ikan segar layang -0,17 persen, bayam -0,08 persen, ikan segar tongkol -0,05 persen, bawang merah dan televisi berwarna -0,03 persen serta emas perhiasan dan bawang putih masing-masing -0,02 persen," tandasnya. (mg22/sar)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Laju Inflasi Mamuju Capai 2,8 Persen "