KAMIS, 02 SEPTEMBER 2010 | 4615 Hits

Reses Legislator Golkar, Safri Tajuddin di Aula Kantor Latihan Kerja (KLK)
Bahas Solusi Banjir di Cappa Galung
Banjir yang terjadi di wilayah Kelurahan Cappa Galung, belum lama ini menjadi keluhan masyarakat, saat reses anggota DPRD dari Dapil Bacukiki Barat dan Bacukiki Safri Tajuddin, S.Sos, Rabu 1 September kemarin.
Reses anggota DPRD dari Fraksi Golkar Safri Tajuddin di Aula Kantor Latihan Kerja (KLK), Jalan Keterampilan kemarin dihadiri 400 warga Kelurahan Cappa Galung dan sekitarnya. P Elly dan Yusuf dalam dialog mengungkap, banjir yang menggenangi wilayah Cappa Galung belum lama ini menjadi keprihatinan warga. Padahal banjir selama ini jarang melanda daerah tersebut. Menanggapi hal itu Safri mengatakan, masalah banjir dan gorong-gorong yang sempit sudah dibahas dengan unit kerja terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Tata Kota. "Banjir yang melanda Cappa Galung pada hari kedua belas ramadan adalah terbesar, saya tahu karena saya kecil dan besar disini," kata Safri. Dalam rapat koordinas tersebut ditarik kesimpulan beberapa faktor penyebab banjir yakni pembukaan lahan di kota atas secara besar-besaran berpotensi menimbulkan banjir. Sebab saat air turun dari atas kebawah tidak ada pohon-pohon yang menyerap air. Selain itu, setelah dilakukan investigasi bahwa kuntur tanah di Parepare terbagi tanah atas dan dibawah agak rendah. Makanya, saat banjir bersamaan dengan air laut juga pasang. "Kesalahan pelaksana proyek, karena membuat drainase tidak seimbang, sehingga ketika datang banjir air tidak bergerak," katanya. Penyebab lain yakni warga kadang malas mengikhlaskan tanah untuk perluasan selokan, ditambah lagi dengan drainase kecil. Sehingga saat hujan turun dari atas tidak mampu membendung air sehingga terjadi banjir. "Hal-hal ini akan menjadi perhatian dalam koordinasi dengan Pemkot," katanya. Safri menambahkan, solusi yang harus diambil yakni harus ada perbaikan infrastruktur secara besar-besaran dengan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. "Pertanyaan apakah kita mau ji memberikan tanah untuk perluasan drainase dan juga memerlukan biaya miliaran. Kalau kita setuju maka menjadi tugas saya memperjuangkan perbaikan infrastruktur dan sarana prasarana umum seperti selokan dan jalan setapak," ujar Safri. Selain masalah banjir, warga juga mengusulkan perlunya perbaikan jalan Siratal Mustakim, dan Pinisi, bantuan ternak, dan grobak bagi usaha kecil, termasuk adanya penyakit masyarakat yakni ada segelintir orang sering mabuk di sekitar Hotel Nirwana. Safri mengatakan, selama ini banyak bantuan dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan warga, namun dijual warga. "Mestinya kita sadar barang yang diberikan negara dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan taraf hidup. Tetapi ada juga yang menjual, misalnya petani diberikan perahu atau petani diberi alat pertukangan justru dijual," ungkapnya. Dalam kesempatan itu, Ketua LPMK Cappa Galung ini mengatakan, selama satu tahun dilantik sebagai anggota DPRD telah melaksanakan sedikitnya 80 tugas. Termasuk beberapa tugas fenomenal seperti memimpin Pansus ranperda kelembagaan, menyusun ranperda trafficking (perdagangan orang), ranperda tentang lalu lintas jalan. "Saya sudah melaksanakan tugas untuk menyelesaikan berbagai hal untuk kepentingan masyarakat. Kalau dulunya saya sebagai Ketua LPMK hanya mengurus 15 RT, 5 RW di Cappa Galung, sekarang saya mengabdi dan mendedikasikan diri untuk 400 RT dan 200 RW, bukan hanya mengurus Cappa Galung tapi mengurus Parepare. Saya kira ini konsekuensi sebagai wakil rakyat," pungkasnya. (rif)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Bahas Solusi Banjir di Cappa Galung "