KAMIS, 02 SEPTEMBER 2010 | 5928 Hits

Keracunan Massal, 8 Tewas, 7 Kritis
Polda Teliti Kue Dadar "Beracun"

BARRU -- Tragedi nahas keracunan massal yang menyebabkan adanya korban tewas di Dusun Salo Puru Desa Patta Kecamatan Pujananting Barru, menjadi perhatian serius Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar. Selain turun langsung meninjau tempat kejadian perkara (TKP), Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal
Sampel makanan berupa kue dadar yang diduga penyebab keracunan langsung diteliti tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda dan Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan (Labpom) Provinsi Sulsel di Makassar. Hasilnya akan diketahui dalam waktu dekat. Hal ini dibenarkan Kapolres Barru, AKBP Darma Lelepadang dan Kepala Dinas Kesehatan Barru drg H Zainal Muttaqim yang dihubungi terpisah, kemarin. Kapolres mengatakan, korban terkontaminasi secara keseluruhan mencapai 17 orang. Delapan dinyatakan tewas, tujuh kritis dan dalam perawatan intensif di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, serta dua lainnya mendapat perawatan ringan di rumah masing-masing. Delapan warga yang meninggal itu sudah dikebumikan, kemarin. "Sejauh ini belum ada tersangka yang ditetapkan. Polisi masih menyelidiki penyebab keracunan. Sampelnya masih diteliti di laboratorium forensik Polda," ujar Kapolres Darma Lelepadang. Di TKP, sempat berkembang spekulasi bahwa campuran bahan pembuat kue dadar salah. Setelah ditelusuri bahan campuran pembuat kue dadar itu diduga berbentuk bubuk yang berasal dari Malaysia. Dari berbagai sumber menyebutkan, bubuk jenis itu biasa digunakan untuk membunuh babi hutan. Kasat Reskrim Polres Barru AKP Abidin Rasyid menambahkan, bubuk atau bahkan racun yang diduga tercampur dalam kue dadar yang dibagikan saat berbuka puasa itu belum bisa dipastikan jenisnya. "Memang ada sejenis bubuk yang diamankan di Mapolres Barru sebagai barang bukti bersama beberapa item yang akan dikirim ke Polres Barru. Tapi bukti-bukti baru dikumpulkan, jadi belum bisa disimpulkan penyebabnya, apalagi masih menunggu hasil laboratorium," papar kasat reskrim. Kepala Dinas Kesehatan Barru Zainal Muttaqim secara terpisah mengatakan, pihaknya sudah mengirim sampel kue dadar dan cairan muntah korban untuk diperiksa di Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan (Labpom) Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel di Makassar. "Kita belum bisa simpulkan kandungan racun jenis apa yang bercampur masuk ke bahan kue dadar itu. Kita masih menunggu hasil labpom," katanya. Namun Zainal mengkhawatirkan para korban terindikasi keracunan zat yang sangat berbahaya. Terbukti hanya berselang beberapa menit setelah mengonsumsi kue dadar yang dibagikan di desa itu, beberapa di antaranya langsung mengalami kejang-kejang, mual, muntah, bahkan ada yang langsung tewas di tempat. Sementara ketujuh korban kritis yang dirujuk ke Makassar kemarin, adalah Akbar (12), Lela (26), Ambo Tang (30), Tawe (25), Aco (2), Masnia (8), dan Yusri (10). Sedangkan dua korban yang kondisinya sudah membaik adalah Sakka (55) dan Ilyas (56). Informasi yang dihimpun di RSU Tipe C Barru menyebutkan, Sakka dan Ilyas tidak mengalami keracunan, karena tidak ikut menikmati kue dadar itu. Keduanya hanya terkontaminasi oleh korban lainnya. Direktur RSU Barru, dr Amis Rifai mengatakan, ketujuh pasien itu dirujuk karena keterbatasan sarana di RSU Barru. "Kita tidak memiliki spesialis anastesi, sementara gejala ini mesti ditangani dokter spesialis anastesi dan di ICU untuk mengetahui kondisi lambung," jelas Amis. "Kondisi lambung ketujuh korban belum diketahui, jangan sampai rusak. Jadi mesti dirujuk untuk mengetahui kondisinya," tambah Amis. Lanjut Amis mengatakan, bahwa sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan jenis racun yang menyerang sejumlah warga Salo Puru itu. Namun dia mengatakan, sampel dari muntah korban keracunan sudah diambil untuk diteliti di Labkes Provinsi Sulsel dan Labfor Polda. "Korban mengarah ke indikasi keracunan, mengingat semua gejala sama yakni kejang, mulut berbusa, dan mual. Itu karena pengaruh makanan. Beda kalau alergi, kemungkinan si A kena si B tidak, tapi kalau ini semua yang makan jadi korban," jelas Amis. (sar-syf)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Polda Teliti Kue Dadar "Beracun" "