JUMAT, 27 AGUSTUS 2010 | 6279 Hits
Doa dan Ikhtiar Bagi Muslim
Dalam hidup dan kehidupan umat manusia pada umumnya dan muslim, muslimah pada khususnya dalam kewajarannya semuanya bertekun dengan penuh kesungguhan dalam usaha/bisnis/kesibukan demi memenuhi kebutuhan secara pribadi, keluarga dan masyarakat pada umumnya.
Mereka sangat didorong oleh usaha memenuhi kebutuhannya tersebut, demikianlah sehingga mereka mesti berada dalam doa (mengadukan halnya kepada Allah Swt.) dan ikhtiar (usaha yang sungguh-sungguh), inilah kewajaran bagi hidup dan kehidupan umat Islam, khususnya yang telah masuk golongan moderen, profesional dan produktif yang berwawasan luas.
Hal doa dan ikhtiar, manusia dalam hal ini menjadi dua bidang kesibukan yang satu sama lain sangat terkait secara erat bahkan tidak dapat dipisahkan yaitu:
1. Doa merupakan kewajiban bagi muslim, muslimah. Secara tersurat Allah Swt. memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya, tetapi sangat penting secara cermat dipahami bahwa pada dasarnya doa tersebut bukanlah sekedar menadahkan tangan ke atas sambil mengucapkan kalimat-kalimat, permintaan kepada-Nya, akan tetapi sesungguhnya berdoa tersebut pada dasarnya adalah beribadah, berusaha, berikhtiar dalam bentuk yang sedalam-dalamnya, sehingga tidak terkesan sombong dan lain sebagainya, sebagaimana yang tersurat dalam firman-Nya:
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (Q.S. Al Mu’min (40): 60).
Cara yang sangat penting dihayati sebelum berdoa yakni “rendah diri dan suara yang lembut/lirih” dengan demikian sangat penting menghayati secara mendasar bagaimana wujudnya kedua hal tersebut, sebab jika tidak, maka bisa pribadi yang bersangkutan termasuk melampaui batas dan hal itu tentu dimurkai Allah Swt. sebagaimana yang tersurat dalam firman-Nya:
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Q.S. Al ‘Araf (7): 55).
Menyebut/mengingat nama Tuhan dalam hati maksudnya jangan dengan suara yang keras yang bisa menimbulkan sifat riya’, mau dipuji/disanjung dan lain sebagainya. Merendahkan diri yakni dengan sepenuh hati tunduk dan taat, tawakkal semata-mata kepada Allah Swt. sebagaimana firman-Nya:
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. (Q.S. Al ‘Araf (7): 205).
Agar doa dikabulkan oleh Allah Swt. ada syarat-syarat yang harus dipehuhi yakni memenuhi segala perintah-Nya dan hendaklah beriman, bertakwa semata-mata/hanya kepada-Nya, menjadi sangat jelas bahwa doa dikabulkan ada syaratnya dan hal itu menjadi kewajiban/tugas pokok bagi yang berdoa/yang memohon, sebagaimana firman-Nya:
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 186).
2 Perilaku Ikhtiar, kita dasarkan atas keyakinan bahwa pribadi kita adalah hamba, pekerja, tetapi jangan lupa bahwa pribadi kita juga adalah khalifah, pengatur alam semesta, kita atur sehingga terwujudlah rahmatan lil’alamiin.
Kita umat manusia adalah makhluk sempurna, kita diberikan kemampuan memilih dan berusaha tentunya berusaha menjadi lebih baik, lebih sempurna, lebih Islami dalam tujuan memenuhi kebutuhan pokok hidup dan kehidupan sebagai hamba dan khalifah Allah Swt. pribadi, keluarga dan masyarakat, sebagaimana firman-Nya:
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Ar-Ra’du (13): 11).
Makna ayat ini, yakni kita mesti berusaha untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik, yang lebih Islami. Salah satu bentuk ikhtiar dalam mewujudkan cita-cita diantaranya dengan 4 (empat) upaya pokok yaitu:
1. Fokus, memusatkan perhatian ke masa depan dan cita-cita kita. Memikirkan apa yang benar-benar kita inginkan, susun rencana, gali potensi dan kelebihan kita, temukan strategi, cara dan segala kemungkinan untuk mewujudkannya, perubahan yang dicita-citakan, yang sangat jelas sesuai dengan Islam.
2. Yakin dan percaya 100% (tidak boleh ragu) bahwa kita bisa. Keyakinan adalah modal utama untuk mendapatkan apapun yang kita inginkan, melalui perhatian yang sangat jelas dan terpusat.
3. Lakukan sesuai dengan Yakin dan percaya 100% bahwa kita bisa, jangan mudah terpengaruh oleh pihak/orang lain, semangat harus ditingkatkan terus.
4. Selesaikan apa yang telah kita mulai, sebatas maksimal kemampuan yang ada. Semoga.
Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Doa dan Ikhtiar Bagi Muslim "
|