SABTU, 31 JULI 2010 | 2249 Hits
Pemkab Belum Kucurkan Bantuan Warga Anetue Tiga Bulan Terendam Banjir
SOPPENG--Sedikitnya 42 kepala keluarga (KK) korban banjir di Kampung Anetue, Kelurahan Kaca, Kecamatan Marioriawa, kesulitan air bersih. Soalnya, sumur bor yang sebelumnya menjadi sumber air bersih telah terendam banjir, sejak tiga bulan terakhir ini.
Akibatnya, warga setempat terkadang harus minum air hujan bila tiba-tiba kehabisan persediaan air bersih.Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terpaksa jauh-jauh mengambil dari kampung tetangga yang tidak teredam banjir.
Sayangnya, kondisi tersebut sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari Pemkab Soppeng. Terbukti, hingga kini belum turun melihat warganya sekalipun, apalagi memberikan bantuan. Tidak hanya persoalan kesulitan air bersih, tapi warga Anetue kini mulai dihantui akan datangnya serangan penyakit gatal-gatal, terutama bagi anak-anak mereka. Namun, pihak Dinas Kesehatan setempat juga belum turun mengambil langkah antisipatif.Padahal banjir yang merendam rumah warga di kampung Anetue telah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir ini.
"Sebenarnya perkampungan Anetue yang dihuni sekitar 42 KK sudah terendam banjir sejak tiga bulan lalu. Namun paling parah terjadi dalam dua bulan terkahir ini. Sebab air sudah masuk atau sampai ke lantai rumah. Warga disini mayoritas bermata pencaharian sebagi nelayan di danau Tempe," ungkap salah seorang warga Anetue, Lasse kepada PARE POS, Jumat 30 Juli kemarin. Menurut Lasse yang lebih dikenal dengan nama Manange, kini sebagian warga telah mengungsi ke rumah keluarga setelah lantai rumah terendam banjir hingga satu meter. Namun sebagian lainnya masih tetap bertahan dengan mengamankan barangnya ke tempat yang lebih tinggi. Yang jelas, kata Manange, dari 42 KK yang ada di kampung Anetue ini, sudah 20 KK yang terpaksa mengungsi ke rumah keluarga.
Mereka tidak sanggup bisa lagi bertahan lantaran ketinggian air diatas lantai rumahnya sudah mencapai satu meter. "Sedang kami yang masih bertahan ini sebagian harus menggunakan panrung (balai bambu) untuk ditempati tidur, karena air masuk sampai lantai rumah kami. Namun saat ini banjir tampaknya sudah mulai surut. Ya, semoga tidak turun lagi hujan," imbuhnya.
Manange juga mengaku sampai saat ini belum ada dari pihak pemkab Soppeng yang turun melihat kondisi warga Anetue yang sudah tiga bulan terendam banjir. Jadi jangankan memberikan bantuan, datang saja melihat untuk melihat kondisi warga disini tidak ternah ada dari pemkab.
"Kalau pak camat Marioriawa dan kepala kelurahan Kaca memang sudah pernah turun ke lokasi banjir. Namun hanya datang sekedar melihat-melihat saja dari kejauhan tidak sampai ke rumah kami. Beda dengan anggota DPRD yang kemarin (kamis) datang melihat kami disini sekaligus memberikan bantuan makanan berupa empat dos indome," beber Manange diamini warga Anetue lainnya. Dia menambahkan, warga Anetua yang terkena banjir akibat luapan air danau Tempe dan sungai Walanae sangat membutuhkan bantuan air minum, beras kebutuhan dan sarung. Tapi terutama air minum karena sumur boor yang sebelum menjadi sumber air bersih sudah lama terendam banjir. "Kami juga berharap agar petugas Dinas Kesehatan bisa turun melakukan pemeriksaan terhahadap kondisi lingkungan, jangan anak-anak kami terserang penyakit gatal-gatal karena air banjir," harap Manange.
Kepala Kelurahan Kaca Nurkhamsih dan Sekretaris Sudarmo yang hendak dikonfirmasi terkait bencana banjir tidak berhasil. Telepon selulernya yang dihubungi berung kali juga tidak aktif. (wis)
Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Warga Anetue Tiga Bulan Terendam Banjir "
|