SABTU, 31 JULI 2010 | 3107 Hits
Pihak Sekolah Berdalih Murid Diajar Menabung
PINRANG--Keluhan orang tua murid terkait pungutan Rp 1000, persiswa dalam sehari bagi murid kelas IV dan V di SDN 162, dibantah Kepala SDN 162 Hj Nawati Spd. Kepada PARE POS Jumat 31 Juli, Nawati menjelaskan pembayaran yang dimaksud orang tua murid hanya untuk tabungan murid di sekolah.
"Ini bukan pembayaran, apalagi pungutan. Tapi semata-mata mengajari murid menabung, sehingga ketika murid membutuhkan sesuatu uang, dapat diambil untuk memenuhi kebutuhan murid.Jadi sama sekali bukan untuk dipakai sekolah atau guru, melainkan akan dikembalikan ke murid sendiri,"tegasnya. Nawati mengaku kebijakan seperti ini pernah diterapkan beberapa tahun lalu, dan orang tua siswa sangat merespons trobosan sekolah."Dulu waktu kita lakukan seperti itu, orang tua justru berterima kasih kepada sekolah, karena berkat trobosan ini murid rajin menabung dan hasilnya ada murid yang beli sepeda, ataupun memenuhi kebutuhan lain," ungkapnya. Jadi tujuan sekolah hanya semata-mata mengajarkan murid untuk menabung sejak dini.Apalagi kata Nawati, uang murid ditangani langsung bendahara kelas yang terlebih dahulu dibentuk guru.
"Guru sama sekali tidak tahu masalah uang murid tersebut. Bendahara yang menagih dan menyimpang sendiri, bukan guru,"kata Kasek yang sudah empat di SDN 162 ini. Nawati menambahkan, apabila murid telah menyelesaikan pendidikan atau naik kelas, uang dikembalikan kepada murid bersangkutan."Kalau dia mau ikut rekreasi ya, silakan, tinggal kita kalkulasi berapa biaya rekreasi dan kalau lebih kita kembalikan kepada orang tua murid.Tujuan kita seperti itu, tidak ada niat lain, agar murid yang ingin rekreasi tidak membebani orang tua, kalau tidak mau ikut kan tidak masalah, bukan hal wajib juga untuk siswa dan uang akan dikembalikan semua kepada orang tuanya,"jelasnya. Nawati menambahkan, selama ini memang belum ada penyampaian langsung kepada orang tua murid tentang anjuran bagi murid untuk menabung."Memang belum pernah kita sosialisasikan langsung kepada orang tua murid. Tapi mereka umumnya sudah tahu. Dan tidak semua murid yang ada ikut menabung, hanya sebagian kecil saja," tambahnya sambil menunjukkan daftar siswa yang menabung.
Hanya saja, dikhawatirkan jangan sampai anjuran sekolah untuk menabung, justru dimanfaatkan murid meminta uang kepada orang tua dengan alasan menabung. "Kami khawatir jangan-jangan adanya anjuran seperti ini, dimanfaatkan murid meminta uang pada orang tua. Sebab dari daftar yang ada, tidak semua ikut menabung. Untuk hari ini saja, baru ada Rp.7000, yang diterima bendahara kelas,"ungkapnya. Jumlah murid kelas IV sebanyak 28 siswa dan kelas V, 26 siswa, ditambah murid kelas VI sebanyak 18 murid. "Namun untuk kelas VI tidak dianjurkan menabung," pungkasnya. (mg5)
Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Pihak Sekolah Berdalih Murid Diajar Menabung "
|