SABTU, 31 JULI 2010 | 2184 Hits

Klarifikasi Isu Kenaikan Uang Makan
Inspektorat Akan Pantau SMAN 5
BACUKIKI -- Pasca kenaikan uang makan di SMAN 5 Parepare, menjadi alasan bagi pihak Inspektorat untuk turun melakukan pemantauan di sekolah unggulan itu.
Plt Inspektorat yang juga Sekkot Parepare Drs HM Hatta Buroncong MM saat dihubungi PARE POS Jumat 30 Juli kemarin mengatakan, pemantauan sekolah itu, bukan untuk mencari-cari kesalahan yang ada, akan tetapi tim Inspektorat hadir untuk memantau hasil yang disepekati disana. Menurutnya, kondisi SMAN 5 Parepare yang merupakan sekolah unggulan yang ada di Ajatapareng, mesti mendapat perhatian yang sangat serius, apalagi jika diduga ada terjadi permasalahan."Mau atau tidak mau, sekolah itu harus menjadi perhatian, karena kehadirannya membawa nama baik Parepare sebagai kota pendidikan,"bebernya. Kepala Dinas Pendidikan Drs Mustafa Mapangara yang dihubungi terpisah mengatakan, kondisi SMAN 5 saat ini sudah berjalan baik selama kepemimpinan kepala sekolah saat ini. Akan tetapi kata dia, banyak isu-isu miring dari orang yang tidak bertangung jawab yang memiringkan isu pendidikan saat ini." Selama ini kita sudah diberikan perbaikan yang ada di sekolah tersebut akan tetapi, banyak orang yang memanfaatkan hal tersebut, walaupun itu salah, "pungkasnya. Ditambahkan, Ucu sapaan, jika pihak sekolah tersebut akan mengambil kebijakan, selalu koordinasi dengan pihak Dinas pendidikan."Setiap kebijakan yang akan dilaksanakan di sekolah itu, selalu ada koordinasi dengan kita, sehingga kebijakan- kebijakan sekolah tersebut, tidak merugikan sekolah maupun siswa, " tandasnya. Kepala SMAN 5 Ahmad Ismail mengaku kebijakan yang akan diterapkan di sekolah yang ia pimpin ini, selalu mengacu pada aturan yang ada. " Kalau misalnya ada tim pemantau yang datang, misalnya Inpektorat, itu tak jadi masalah karena yang kami lakukan ini bukan untuk kepentingan pribadi melainkan untuk kepentingan sekolah dan kepentingan siswa yang belajar disini, " paparnya. Mengenai uang makan lanjutnya, pihak sekolah telah melakukan pertemuan dengan siswa, dimana pihak sekolah yang memfasilitasi tempat makan yakni pantri untuk opsi pertama dan opsi kedua pedagang makanan yang masuk di sekolah. Namun hasil pertemuan mengerucut pada opsi pertama yaitu memilih pantri. " Kami sudah melakukan pertemuan dengan siswa serta orang tua siswa mengenai hal tersebut, dan kebanyakan memilih opsi pertama yakni pantri," katanya. (dit/han)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Inspektorat Akan Pantau SMAN 5 "