JUMAT, 30 JULI 2010 | 3913 Hits
Peneliti Jerman: Kualitas Dangke Masih Rendah
ENREKANG -- Proses pemanfaatan susu sapi yang dijadikan makanan khas (dangke) oleh sebagian warga di Kabupaten Enrekang ternyata dianggap masih jauh dari nilai produktivitas.
Ada beberapa hal yang membuat hasil pembuatan dangke jauh dari nilai keunggulan untuk dipasarkan.
Menurut peneliti asal Jerman, Heinz Gerrist, untuk mendapatkan kualitas keju (dangke) yang optimal, diperlukan pemahaman tentang kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral bagi sapi.
Kelemahan ini diakui Bupati Enrekang, Haji La Tinro La Tunrung serta Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Enrekang, Imran Mazmur, Kamis kemarin.
"Teknologi serta pemeliharaan sapi yang selama ini digunakan oleh peternak untuk menghasilkan susu yang segar, ternyata sangat jauh dari sempurna, bahkan teknik pemerasan susu saja salah, apalagi tekni kebutuhan protein sapi untuk menghasilkan susu yang segar," ujar Imran.
La Tinro sendiri sangat memberikan aspresiasi yang tinggi terhadap upaya Heinz Gerrist yang mau meluangkan waktu dan memberikan pelajaran bagi para peternak sapi di Enrekang.
"Dia datang ke Enrekang dengan biaya sendiri dan memberikan ilmu yang sangat berharga untuk meningkatkan mutu dangke Enrekang. Makanya saya telah memerintahkan SKPD yang terkait untuk bersama-sama melakukan penelitian bersama Heinz," ujarnya.
Ditambahkannya, aba beberapa alternatif yang diberikan oleh Heinz untuk mengembangkan susu sapi di Enrekang, diantaranya menjadikannya yogurt ataupun keju, namun dengan kualitas yang sempurna dan menarik sehingga memiliki nilai ekonomis.
"Rencananya hari ini, (besok red) Heinz akan melakukan kunjugan langsung ke peternak serta memberikan beberapa tipis pengembangan," katanya. (mur)
Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Peneliti Jerman: Kualitas Dangke Masih Rendah "
|