JUMAT, 30 JULI 2010 | 1521 Hits

Ketika Tuak Manis Masuk Hotel dan Restoran
Akan Dijadikan 'Welcome Drink' Bagi Wisatawan
Program penanggulangan kemiskinan Bappeda kota Parepare 3 tahun ke depan, ikut berimbas pada potensi pengembangan agribisnis di Parepare. Salah satu industri rumahan yang diliriknya adalah Tuak Manis. Laporan: Efendy Rungga PAREPARE
Tuak Manis, dalam bahasa sehari-hari masyarakat bugis disebut 'tuak cenning' merupakan minuman khas yang siap diperkenalkan secara luas. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Parepare siap menjadikan minuman yang paling laris dikonsumsi warga saat bulan suci ramadan itu sebagai 'welcome drink' alias minuman penyambut di hotel-hotel, restoran hingga kawasan wisata yang ada di Parepare. Kepala Bappeda, Amiruddin Idris, Kamis, 29 Juli kemarin mengatakan, tuak manis masuk sebagai salah satu program pemberdayaan dan penanggulangan kemiskinan yang diprogramkan Bappeda 3 tahun ke depan. Amiruddin menganggap, pemberdayaan potensi pengembangan agribisnis bisa menyentuh para pengrajin tuak manis rumahan untuk dikelola sebagai minuman khas yang dapat disuguhkan di kawasan-kawasan wisata, hotel dan restoran yang ada di Parepare. "Langkah ini bisa membuat para pengusaha tuak manis lebih berkembang dan memberi dampak pisitif terhadap kondisi ekonomi mereka," katanya. Untuk memuluskan langkah itu, pihaknya kini tengah mendata para pengrajin tuak manis yang ada di Parepare untuk kemudian diinventarisir sebagai kelompok pengrajin binaan yang akan dibimbing langsung Bappeda berkoordinasi dengan instansi terkait. Untuk melakukan pembinaan pengembangan potensi agrobisnis yang direncanakan 2013 mendatang, Bappeda menargetkan pembinaan terhadap sedikitnya 1.000 KK yang bergerak dalam usaha pengembangan agribisnis ini. (*)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Akan Dijadikan 'Welcome Drink' Bagi Wisatawan "