RABU, 19 MEI 2010 | 39013 Hits
Guru Komputer dan Dokter Ahli Minim Seleksi CPNS Dipercepat
PAREPARE — Kabar gembira bagi para peminat pegawai negeri sipil (PNS). Itu karena pemerintah menargetkan mempercepat seleksi penerimaan CPNS tahun ini. Hal itu sebagai bentuk reformasi birokrasi yang dijalankan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
“Pemerintah pusat pada prinsipnya ingin seleksi CPNS bisa secepatnya dilaksanakan dibandingkan tahun lalu,” kata Deputi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bidang SDM Aparatur, Ramli Naibaho.
Hanya saja, lanjut Ramli, proses seleksi tersebut sangat tergantung pada kesiapan pemerintah daerah (Pemda). Kalau pemda sudah siap melaksanakan seleksi CPNS, terutama tentang usulannya yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah, pusat siap saja. Dijelaskan Naibaho, yang menjadi masalah dalam proses seleksi CPNS selalu tertunda disebabkan karena pemda terlambat mengajukan usulan.
“Pemda yang terlambat mengajukan, pusat yang dikejar-kejar. Ini sudah berlangsung lama. Makanya mulai tahun ini prosedurnya diubah,” ujar-nya.
“Ya, kita maunya cepat. Tapi mudah-mudahan hasil Panja bisa secepatnya untuk mengetahui berapa jumlah pasti honorer non APBN/APBD yang akan masuk. Yang sudah jelaskan baru sisa honorer 104 ribu itu,” tambahnya.
Sebelumnya disebutkan bahwa pemerintah memastikan akan kembali membuka lowongan penerimaan CPNS baru pada 2010 ini. Untuk perhitungan koutanya, akan diformulasikan sesuai dengan kebutuhan formasi dan akan diajukan ke DPR RI pada Juni mendatang. “Usulan kuota CPNS akan kita susun Juni nanti,” aku Ramli Naibaho.
Dalam penyusunan kuota CPNS, lanjut Ramli, pemerintah tetap berpegang pada prinsip kebutuhan daerah dan kemampuan keuangan negara. Apalagi, banyak daerah pemekaran yang masih membutuhkan tenaga PNS. “Di daerah terpencil dan pemekaran masih banyak kekurangan tenaga PNS, ini akan jadi bahan pertimbangan kita dalam penyusunan formasi CPNS nanti,” tuturnya.
Ditanya, apakah dengan penambahan CPNS yang tiap tahun mencapai ratusan ribu orang tersebut tidak mubazir dan menghabiskan uang negara, Ramli menyatakan, penyusunannya disesuaikan dengan tenaga PNS yang pensiun. Tiap tahun kan banyak PNS yang pensiun, berhenti, atau diberhentikan karena alasan tertentu. “Nah, posisi kosong itu yang kita isi. Kalaupun ada penambahan diprioritaskan untuk daerah perbatasan, terpencil, dan pemekaran,” tandasnya.
Namun daerah sejauh ini mengaku belum menerima petunjuk teknis (juknis) dari pusat termasuk provinsi. Hal itu dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Parepare H Ramadhan Umasangaji, kemarin.
Parepare kata dia, sudah mengusulkan kebutuhan CPNS formasi 2010 ke Menpan dan BAKN melalui Pemprov Sulsel. Itu sebanyak 1.070 orang untuk tiga formasi, pendidik, kesehatan, dan teknis. Masing-masing 137 tenaga pendidik atau guru, 118 tenaga kesehatan, dan teknis 815 orang.
“Kita belum tahu berapa kuota yang diberikan untuk Parepare. Karena sampai saat ini belum ada juknisnya,” kata Ramadhan. Kepala Bidang Data Kepegawaian Drs Alimin menambahkan, kemungkinan besar Agustus sudah masuk tahapan penerimaan CPNS. “Tapi itu tetap tergantung pusat,” ujarnya.
Secara umum kawasan Ajatappareng pada formasi 2010 ini, mengusulkan sebanyak 8.395 CPNS. Itu masih didominasi oleh tenaga guru dan kesehatan. Lebih spesifik rata-rata daerah membutuhkan tenaga guru komputer atau TIK dan bahasa Inggris. Ditambah tenaga medis khususnya dokter ahli.
Selain Parepare yang mengusulkan 1.070 CPNS, menyusul Sidrap 3.151 orang, Pinrang 2.000, Enrekang 1.377, dan Barru 797. Dua daerah lainnya di luar Ajatappareng yakni Soppeng mengusulkan 782 dan Wajo 2.431 orang.
Kepala BKD Sulsel, A Murny Amien Situru, sebelumnya mengatakan, usulan formasi dari daerah harus sepengetahuan gubernur. “Gubernur hanya bersifat mengetahui saja, tidak ada yang dipersulit apalagi formasi minta diubah,” katanya. (*/c)
Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Seleksi CPNS Dipercepat "
|