KAMIS, 11 MARET 2010 | 5109 Hits
Minim, Kontribusi Pasar Seni
PAREPARE--Kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) dari Pasar Seni di Jalan Mattirotasi
dianggap masih minim. Malah aset daerah ini terkesan mubazir. Kawasan pasar seni awalnya dirancang menjadi pusat kegiatan seni, kini lebih dikenal sebagai pusat cafe dan tempat hiburan malam.
Kepala Bidang Pendapatan Daerah Darwis Sani S.Sos kepada PARE POS Selasa, 9 Maret kemarin mengatakan, kontribusi pasar seni yang selama ini berada dibawah koordinasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga,sebagai aset daerah yang dikelola swasta sangat minim.
"Selama ini kita tidak memungut pendapatan dari sektor usaha, yang berkembang di kompleks Pasar Seni, karena jika dipungut pendapatan kita terkesan mendukung keberadaan sarana hiburan yang tidak jelas keberadaanya,"ungkap Darwis Sani.
Ia menilai keberadaan kompleks Pasar Seni oleh Pemkot, rencananya akan melakukan pembenahan dalam anggaran 2010 ini. Pemkab melalui Bagian Pembangunan akan merealisasikan anggaran pembangunan kompleks ini sekitar Rp Rp 200 juta.
Bidang Pendapatan akan melakukan pendataan terhadap pelaku usaha sarana hiburan di kompleks pasar seni ini. "Tingkat kunjungan menjadi acuan untuk penetapan biaya pendapatan," ungkap Darwis.
Hanya saja, Bidang Pendapatan terkendala dalam menarik pendapatan daerah karena status kompleks pasar seni yang tidak jelas. (fen/b)
Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Minim, Kontribusi Pasar Seni "
|