SELASA, 09 MARET 2010 | 2496 Hits

Pilih Tikus Ketimbang Kekeringan
SIDRAP -- Musim tanam tahun ini, sepertinya menjadi tahun yang sulit bagi petani Sidrap. Rencana percepatan jadwal tanam tahun ini, petani kembali dihadapkan pada dua kondisi yang sulit. Yakni, potensi serangan hama tikus dan kekeringan.
JIka jadwal tanam dipercepat, hama tikus berpotensi menyerang padi petani. Di sisi lain, keterlambatan jadwal tanam juga akan merugikan petani karena adanya perbaikan pada saluran irigasi induk Saddang. Penutupan saluran irigasi ini akan berlangsung sekira 6 bulan dan akan berimbas pada suplai air di areal seluas 14 ribu hektar. Rencana penutupan saluran irigasi akan dilakukan Mei mendatang. Itu berarti, musim tanam April-September akan dipercepat untk menghindari potensi kekeringan. Meski begitu, Wakil Bupati Sidrap, H Dollah Mando mengatakan, jika memang dua opsi itu menghadang petani, maka ia mengaku lebih memilih 'diserang' hama tikus ketimbang kekeringan. "Hama tikus masih bisa kita basmi bersama. Tapi jika kekeringan yang melanda, kita tidak bisa berbuat apa-apa," kata Dollah Mando pada panen raya, di Sumpang Mango, beberapa waktu lalu. Saat memberi sambutan pada panen perdana di lokasi pembenihan dan pembibitan modern Fajar Agribisnis, Rappang, Ahad kemarin, Dollah kembali mengingatkan petani akan penutupan saluran irigasi yang berpotensi mengakibatkan suplai air berkurang. "Jika jadwal tanam dipercepat, Pemkab sudah mengantisipasi dengan upaya membasmi serangan hama tikus yang berpotensi menyerang padi. Pemkab bahkan mengalokasikan dana khusus untuk membli tikus yang berhasil ditangkap," katanya. Untuk satu ekor tikus, kata mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sidrap itu, Pemkab akan membelinya dengan harga Rp250. Dollah berharap, dengan dana itu, petani bisa termotivasi untuk membasmi hama tikus. Dollah juga mengungkapkan, Kabupaten Sidrap pernah dikenal sebagai daerah yang sering menjadi langganan penyakit tungro. Namun, secara perlahan tungro saat ini sudah tidak terlalu mengkhawatirkan petani. Selain tetap menanam padi, petani di daerah yang memang sulit dari suplai air irigasi diimbau untuk memilih menanam tanaman palawija, seperti jagung. Khususnya wilayah Kecamatan Kulo hingga Panca Lautang. Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang turut mendukung penanaman palawija musim tanam ini. Putra Sidrap itu mengatakan, harga jagung saat ini tak kalah dibanding padi dan beras. Harganya mencapai Rp2.600. (din)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Pilih Tikus Ketimbang Kekeringan "