SELASA, 09 MARET 2010 | 2236 Hits
Banjir Bandang Ancam Enrekang
ENREKANG -- Dua sungai yang melintasi Kota Enrekang, yakni Sungai Mata Allo dan Sungai Saddang, sewaktu-waktu bisa mengancam warga jika curah hujan di hulu sungai cukup deras.
Warga yang bermukim di sekitar sungai itu diminta waspada terhadap ancaman banjir dan longsor yang bisa datang tiba-tiba.
Beberapa wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir akibat luapan dua sungai itu sebagian besar di wilayah Kota Enrekang. Wilayah itu antara lain kawasan Pasar Sentral Enrekang, Desa Kareung, Lingkungan Melati Kelurahan Juppandang, dan beberapa wilayah di Kecamatan Enrekang.
Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Nakertrans Enrekang, Umar Talitti, Senin kemarin, mengatakan, pemerintah tidak pernah mengharapkan bencana datang, namun kesiagaan harus terus dikedepankan. "Kita juga sudah memiliki beberapa perlengkapan yang bisa dipakai dalam mengantisipasi ancaman banjir," kata Umar.
Perlengkapan itu, lanjut umar, yakni perahu karet, tenda pleton, dan bahan makanan. Menurut Umar, curah hujan yang sudah meningkat di puncak pegunungan Tana Toraja yang menjadi hulu Sungai Saddang berpotensi menimbulkan luapan banjir.
Ditambah jika curah hujan di Kota Enrekang tinggi, maka banjir pasti mengancam. "Makanya warga yang berada di sekitar wilayah sungai itu diminta waspada," ingat Umar.
Mengantisipasi bencana itu, pemkab sudah membentuk Posko Satuan Pelaksana Koordinasi Penanggulangan Bencana. Intensitas penjagaan di posko ditingkatkan menjadi 24 jam sejak awal Maret.
Sejauh ini, warga yang bermukim di bantaran Sungai Saddang berharap proyek revitalisasi sungai itu bisa segera rampung. Ini sebagai solusi untuk mengamankan warga dari ancaman luapan air sungai. Hamzah, warga setempat menuturkan, selama ini kawasan perumahan sudah menjadi langganan banjir jika Sungai Saddang
meluap.
Dengan kondisi curah hujan yang mulai meningkat saat ini, tambah Hamzah, warga di bantaran sungai mulai waspada akan terjadinya banjir. "Setiap kali banjir, rumah kami pasti tenggelam, termasuk kebun," keluh Hamzah, Senin, 8 Maret.
Hamzah mengatakan, jika proyek revitalisasi Sungai Saddang sudah rampung, ratusan rumah tangga di bantaran sungai bisa sedikit lega.
Karena dengan pengerukan Sungai Saddang, maka aliran air sungai bisa lebih lancar. (r4-mir/c)
Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Banjir Bandang Ancam Enrekang "
|