SELASA, 09 MARET 2010 | 1469 Hits

Wajo Rancang Kota Gas Senilai Puluhan Miliar
Tak Perlu Takut Kehabisan Gas, Lancar Seperti Air
Proyek bernilai miliaran rupiah bakal kembali hadir di Sulsel. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo berencana membangun sebuah proyek prestisius disebut City Gas. Apa itu? Berikut laporannya.
Belum lama ini, Bupati Wajo HA Burhanuddin Unru memprogramkan pemberian bantuan ternak dan traktor untuk pemberdayaan warga miskin, kini gebrakan baru bakal muncul lagi. Pertengahan Maret ini, Pemkab Wajo merancang pembangunan sebuah proyek bernama Gas City di Kota Sengkang. Proyek Gas City diperkirakan bakal menelan anggaran tidak sedikit antara Rp30-Rp40 miliar. Burhanuddin Unru mengatakan, dalam waktu dekat tim yang dibentuk PT Migas segera turun untuk menyurvei lokasi yang akan ditempati pelaksanaan Gas City. Disebut Gas City atau kota gas yang lebih dikenal masyarakat sebagai sambungan gas bagi rumah tangga. Sistem penyaluran Gas City nantinya akan disamakan dengan distribusi air bersih melalui PDAM. Dengan Gas City, diharapkan biaya lebih murah dibanding masyarakat menggunakan tabung. Agar masyarakat bisa lebih hemat. "Sambungan gas rumah tangga atau Gas City ini terbilang murah dan sangat hemat digunakan warga. Dibandingkan bila memakai tabung gas atau bahan bakar lainnya," ujar Andi Bur, sapaan Burhanuddin. Sistem penyaluran gas rumah tangga ini sama dengan air PDAM yakni lewat sambungan pipa langsung dari sumbernya. Kepala Dinas Pengairan Pertambangan Daya Air Mineral dan Sumber Energi (PSDA) Wajo, Firmansyah Parkesi menambahkan, sebagai tahap awal diperkirakan sekitar 4.000-an rumah atau kepala keluarga (KK) yang bakal mendapat sambungan. Itu setelah sebelumnya disurvei oleh Tim Migas. Anggaran untuk pembangunan Gas City ini, menurut Firman, diperkirakan sekitar Rp30 hingga Rp40 miliar. Sementara untuk sambungan akan dibiayai oleh Dipa Dirjen Migas Pusat. "Setelah pekerjaan selesai baru akan diserahkan kepada daerah untuk dikelola," terangnya. Lanjutnya lagi, untuk proyek ini bupati melalui Dinas PSDA dan PT Energy Sengkang serta Dirjen Migas Pusat rencananya segera melakukan penandatanganan MoU pada pertengahan Maret ini. Sebelumnya rencana ini sudah dibahas di Jakarta pada 22 Februari lalu. Disinggung soal besaran biaya yang mesti dikeluarkan warga pengguna Gas City, Firman menjelaskan, itu tergantung pemakaian oleh masing-masing KK. Kalau pemakaian banyak, otomatis biayanya juga besar. Demikian pula sebaliknya. "Pokoknya modelnya tidak jauh beda dengan pemakaian air PDAM yakni dengan memakai sambungan pipa langsung ke rumah warga. Rencananya mungkin memakai meteran, jadi berapa banyak yang dipakai itulah yang dibayar," tandasnya. (win/c)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Tak Perlu Takut Kehabisan Gas, Lancar Seperti Air "