SENIN, 08 MARET 2010 | 2405 Hits

Bendungan Gilireng Masuk Program SBY
SENGKANG—Pemkab Wajo optimis proyek pembangunan waduk Pasollereng segera teralisasi tahun 2011.
Pasalnya, pembangunan bendungan yang akan menelan dana miliaran telah masuk dalam dokumen RPJM SBY bersatu jilid dua dan menjadi program prioritas pemerintah pusat. Hal ini diungkap Kepala Bappeda Andi Muslimin, ketika ditemui PARE POS pekan lalu di ruang kerjanya. Muslmin mengatakan, untuk pembangunan bendungan pekerjaanya baru akan dilaksanakan tahun 2011. Saat ini pemerintah masih fokus pada pembebasan lahan yang diperkirakan menelan biaya Rp 169,5 Miliar. Jumlah itu berdasarkan hasil hitungan konsultan LARAT. Berdasarkan hasil pertemuan dengan PU pusat terungkap jika pembebasan lahan tidak bisa lebih 10 persen dari pembangunan fisik. Berdasarkan estimasi anggaran untuk pembangunan Bendungan Paselloreng ini bakal menelan biaya sekitar 796,6 Miliar. Untuk itu, saat ini pemerintah juga masih membahas anggaran yang bakal digunakan dalam pembangunan waduk ini. Sebab menurutnya secara aturan jika pembiayaan dari dana loan pinjaman luar negeri, pemerintah pusat 50 persen,daerah/kabupaten dan provinsi 50 Persen. "Jika pembangunan bendungan Paselloreng ditanggung APBD murni maka daerah dan provinsi menanggung pembebasan lahannya," jelasnya. Muslimin menambahkan, keberadaan bendungan Paselloreng ini memang sangat dibutuhkan masyarkat khususnya bagi petani. Sebab jika bendungan Pasollereng dapat terealisasi diperkirakan akan mampu mengairi 8360 hektare sawah atau dapat menampung air sekitar 138 juta meter kubik. "Tentu saja akan dapat membantu masyarakat, utamanya dalam penyediaan air untuk mengairi sawah yang masih kebanyakan tadah hujan," ujarnya. Untuk itu lanjutnya,Pemkab sangat optimis pekerjaan bendungan Paselloreng bakal segera terealisasi. "Apalagi Bupati Wajo menjadikan pembangunan waduk ini juga prioritas untuk membantu petani dan Wajo pada umumnya," pungkasnya.(win/b)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Bendungan Gilireng Masuk Program SBY "