JUMAT, 05 MARET 2010 | 3978 Hits
Penutupan Irigasi Saddang Berdampak ke Petani
SIDRAP -- Imbas penutupan saluran induk irigasi teknis Saddang, Pinrang bukan tanpa masalah. Kesepakatan Tudang Sipulung yang memutuskan percepatan tanam di 6 kecamatan yang dialiri saluran induk membuat sawah sekira 14 ribu hektare terancam hama.
Itu karena tak ada interval antara panen dan penanaman kembali.
Kepala Bagian Administrasi Sumber Daya Alam (SDA) Setdakab Sidrap, Hidayat, Rabu 3 Maret, mengatakan, hama baik tikus maupun penggerek menjadi konsekuensi petani dan pemkab dalam menjaga produktivitas musim tanam Mei-Oktober 2010.
"Tapi kami sudah siapkan antisipasi dengan menjadwalkan pemberantasan hama terpadu. Rencananya pemkab akan membeli tikus untuk memotivasi petani berantas hama," ujarnya.
Hidayat optimis hama tak menjadi masalah berarti bagi petani di
Sidrap.
Mengingat petani sudah sangat memahami budidaya dan cara penanganan hama. Saat ini, petani di beberapa kecamatan yang dialiri saluran induk Saddang sudah mulai menyemai sawahnya.
Kasubag Pertanian Setda Sidrap, Suhalman, menambahkan, dengan
percepatan tanam diharap tak memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan produksi.
Apalagi pemkab telah menopang dengan pengadaan varietas genja dengan masa panen lebih cepat yakni 90 hari.
"Berdasarkan prakiraan cuaca, curah hujan akan memasuki puncaknya ada Meri dan Juni," kata dia. Saat ini, pemkab juga telah
mensosialisasikan sistem Legowo 21 bahkan akan dikompetisikan.
Begitupun pasokan pupuk yang pengadaannya telah disiapkan pemerintah dan selanjutnya ditebus masyarakat.
Normalnya, sawah di 6 kecamatan tersebut mampu berproduksi dengan rata-rata 6,4 ton perhektare. Antara lain, Maritengngae, Baranti, Pancarijang, Watangpulu, Tellulimpoe, Pancalutang. (edy/c)
Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Penutupan Irigasi Saddang Berdampak ke Petani "
|