| Home | |
JUMAT, 29 JANUARI 2010 | 12818 Hits

Proyek Sayap Lakessi Telan Dana Rp 17 Miliar
PAREPARE--Proyek pembangunan sayap pasar Lakessi sejak 11 Januari sudah mulai terlaksana. Meski sebelumnya, sempat menuai kontroversi di kalangan anggota DPRD Parepare.
Kadis Pekerjaan Umum Kota Parepare Ir HM Imran Ramli, kepada wartawan, Rabu 27 Januari kemarin di ruang kerjanya menjelaskan, proyek sayap kiri dan kanan senilai Rp 17 Miliar kontraknya ditandatangani sejak 11 Januari. "Setelah melalui proses pendaftaran, pemasukan berkas, penetapan hingga masa sanggah. Ternyata PT Hutama Karya menjadi pemenang dengan penawaran dibawah pagu anggaran berkisar Rp 200 juta," kata Imran. Ia menjelaskan, kondisi di lapangan saat ini sudah ada pengecoran dan pondasi. Hutama Karya diberikan kesempatan menyelesaikan proyek 9 bulan kedepan sesuai waktu yang diberikan Pemkot. Sehingga kata dia diperkirakan Oktober sayap kiri kanan pasar Lakessi akan diresmikan penggunaan. Sementara pasar induk Lakessi ditargetkan rampung Juni. "Jadi seluruh pedagang tahun ini akan bisa berdagang di pasar baru, karena Pemkot mengusahakan memindahkan penjual Oktober. Meski pasar induk Lakessi Juni sudah jadi dan sudah bisa ditempati. Tapi alangkah bagusnya kalau serentak pindah," ungkapnya. Soal rencana pemindahan penjual ke pasar baru, Imran menjelaskan, pihaknya kemarin menerima faks dari Bank Dunia untuk permintaan laporan tentang proses pemindahan penjual dari pasar lama ke pasar baru. Mantan Kabag Pembangunan ini menjelaskan, tim yang terdiri Dinas Pekerjaan Umum dan Disperindag telah membuat financia plant, terkait pembiayaan dan hitung-hitungan kasar soal harga los. Namun keputusan sepenuhnya diserahkan kepada walikota untuk menentukan harga los. Untuk pendataan dan pemindahan penjual Pemkot akan menindaklanjuti dengan membuat kantor di sekitar Lakessi yang akan bertugas memasarkan semua los. "Hitung-hitungan harga yang dipresentasikan tim tinggal penetapan disampaikan langsung ke walikota. Yang jelas kata dia harga tidak terlalu jauh beda jika dibandingkan kondisi umum jauh lebih murah," ujar dia. Berdasarkan arahan dan kajian tim financia plant akan disampaikan ke walikota. Sebenarnya kata dia berdasarkan kajian financia plant ada keinginan Pemkot membiayai pasar sebenarya sudah bisa menerima DP dari pedagang untuk menutupi anggaran pasar Lakessi. Untuk menjadi penghuni baru penjual diharuskan menyetor dana 20 % dari harga jual dan dianggap tidak memberatkan warga pasar. "Soal harga nanti disampaikan secara keseluruhan oleh pak walikota,"ungkapnya. Rencananya, penetapan harga los akan diatur dalam bentuk SK walikota dan akan dibahas tim Pemkot berdasarkan analisis. "Malah kondisi 20 tahun kedepan dana penjual sudah bisa breakpoint. Sebenarnya modal yang dimasukkan Pemkot, dengan dana yang dipungut lebih kecil. Hanya saja, ada yang bisa dipungut Pemkot kedepan yang bisa menutupi seperti retribusi parkir," katanya. Imran menggaransi berdasarkan kajian Pemkot masyarakat tidak akan terbebani dan akan terjangkau oleh pedagang. "Setelah membayar DP 20% akan dilakukan pengundian dengan memprioritaskan pedagang yang terdata," katanya. (rif)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Proyek Sayap Lakessi Telan Dana Rp 17 Miliar "