JUMAT, 11 MARET 2010 | 45110 Hits
Catut Kapolres, Peras Cawabup

SOPPENG -- Ini peringatan serius untuk para calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup).
Selain persaingan merebut simpati dan dukungan yang rawan menimbulkan gesekan, juga momen pilkada berpotensi dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk meraup keuntungan.
Buktinya, ada oknum yang berani mencatut nama pejabat untuk memeras kandidat. Salah satu kandidat di Soppeng, yakni cawabup pasangan HA Sulham Hasan, Supriansa sudah merasakannya.
Dia mengaku, menerima SMS dan ditelepon oleh seseorang mencatut nama Kapolres Soppeng AKBP Arif Rahman. Dengan dalih ingin meminjam, oknum ini meminta sejumlah uang kepada Supriansa. Untungnya, Supriansa tidak menanggapi serius permintaan oknum tersebut. Dia tidak sampai menyanggupi permintaan itu, karena langsung berkoordinasi dengan kapolres.
"Dalam SMS itu kurang lebih berisi sapaan kepada saya, dan pada akhir SMS disebutkan itu dari Kapolres Soppeng," aku Supriansa kepada PARE POS, kemarin.
Usai menerima pesan singkat, Supriansa lalu ditelepon langsung oleh oknum yang mengaku sebagai Kapolres Soppeng itu. Dalam perbincangan lewat telepon itulah, oknum tersebut meminta pinjaman uang kepada Supriansa sebesar Rp25 juta.
Supriansa hanya menyampaikan hal-hal yang intinya tidak mengiyakan dan juga tidak menolak.
"Saya hanya bilang tunggu dulu saya pertimbangkan," kata aktivis asal Makassar ini. Supriansa mengaku menerima telepon seperti itu pada Selasa 9 Maret.
Usai menerima telepon itu, keesokan harinya (Rabu kemarin) Supriansa lalu menemui Ketua Tim Pemenangan Sulapa (tagline Sulham Hasan-Supriansa), Haeruddin Tahang, dan Wakil Ketua, A Waden di DPRD Soppeng.
Atas pertimbangan keduanya, dan untuk menghindari maraknya pencatutan nama pejabat ataupun tokoh masyarakat dalam pilkada, akhirnya Supriansah mengambil kesimpulan untuk bersilaturahmi langsung dengan Kapolres Soppeng.
"Kita hanya ingin sekadar bersilaturahmi sekaligus menyampaikan adanya SMS seperti itu. Selain untuk menjernihkan suasana pilkada Soppeng, ke depan juga agar pihak kepolisian bisa lebih waspada," harap Supriansa yang maju bersama Sulham diusung Partai Demokrat, PDK, dan PIB.
Sementara Kapolres Soppeng, AKBP Arif Rahman yang dihubungi terpisah kemarin, mengatakan, bahwa apa yang dialami salah satu cawabup itu murni pencatutan namanya. Kapolres mengaku, sangat tidak masuk akal jika dirinya akan bertindak nekat seperti itu.
"Saya tidak mungkin jadi peminta-minta seperti itu, ini murni penipuan. Jadi kita harap semua pihak berhati-hati," pinta Arif.
Dengan adanya SMS pencatutan nama Kapolres itu, Arif berharap, semua pihak baik masyarakat terutama para calon kepala daerah lebih waspada dan berhati-hati ketika menerima SMS atau telepon yang meminta uang dan semacamnya. Dia mengingatkan, jika ada permintaan seperti itu, harus dilakukan pertimbangan matang. Jangan sampai itu hanya ulah oknum tidak bertanggung jawab. Bagaimana dengan kandidat lainnya? Sejauh ini belum ada cabup maupun cawabup di Soppeng yang melaporkan kasus serupa. (sah/c)
Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Catut Kapolres, Peras Cawabup "
|