JUMAT, 07 MEI 2010 | 138671 Hits

Parepare Cetak Rekor Peraih Nilai 10 Terbanyak
90% Kelulusan di Ajatappareng
PAREPARE -- Hasil ujian nasional (UN) SLTP di kawasan Ajatappareng tahun ini terbilang memuaskan. Tingkat kelulusan rata-rata berada di angka 90 persen. Parepare sekitar 92 persen, Sidrap 94 persen, Enrekang 90 persen, ditambah Soppeng 96,27 persen.
Secara keseluruhan ada 224 siswa yang mengulang atau kelulusannya tertunda di Parepare, dari total 2.338 peserta UN SLTP. Sementara di Sidrap sekitar 157 siswa mengulang, Enrekang 100, dan Soppeng 124 orang. Kepala Dinas Pendidikan Parepare Drs Mustafa Mappangara yang dihubungi kemarin, mengatakan, persentase kelulusan siswa Parepare tidak jauh beda dengan tahun lalu. Hanya saja kelulusan tahun ini lebih berkualitas. Itu karena banyaknya siswa Parepare mencetak nilai sempurna yakni 10 pada mata pelajaran sulit matematika dan IPA. "Ada 115 anak-anak kita yang mendapat nilai 10 di mata pelajaran matematika, dan ada 200-an yang mendapat nilai sembilan. Jadi bisa dibilang kelulusan UN SLTP Parepare tahun ini berkualitas," kata Andi Ucu, sapaan Mustafa lewat telepon. Selain nilai tertinggi pada mata pelajaran matematika dan IPA itu, juga ada nilai terendah siswa yang lulus yakni 4,00 di mata pelajaran IPA. Beberapa sekolah unggulan dan favorit di Parepare juga meraih hasil sempurna untuk tingkat kelulusan. Seperti SMPN 1, SMPN 2 yang meluluskan siswanya 100 persen, ditambah Ponpes DDI Albadar dan SMP Frater yang juga lulus 100 persen. Tingkat kelulusan terendah di Parepare adalah SMP Gajah Mada, yakni 50 persen (lengkapnya lihat boks). Sementara di Sidrap, dua sekolah gagal melaksanakan UN tahun ini. Dua sekolah itu masing-masing MTs DDI Lawawoi dan MTs As'adiyah Bulu Cenrana. Informasi yang diperoleh dari Dinas Pendidikan (Diknas) Sidrap, Kamis kemarin menyebutkan, tidak dilaksanakannya UN di dua sekolah itu lantaran tidak satupun siswanya yang bersedia ikut ujian. Dinas Pendidikan Sidrap dan panitia UN di daerah ini masih mendalami apa penyebab tidak dilaksanakannya UN di MTs DDI Lawawoi dan MTs As'adiyah Bulu Cenrana tersebut. Namun begitu, isu yang berkembang menyebutkan, tidak adanya peserta UN ikut ujian di sekolah itu disebabkan karena minimnya siswa kelas III yang terdata aktif menimbah ilmu di sekolah tersebut. Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Sidrap, H Syahruddin melalui Kabid Dikdas, Mihdar di kantornya, Kamis kemarin, mengungkapkan, secara keseluruhan terdapat 4.419 siswa yang terdata sebagai peserta UN tingkat SMP sederajat tahun ini di Sidrap. Dari total 4.419 siswa itu hanya 4.286 siswa yang ikut ujian, sisanya sebanyak 133 siswa dinyatakan absen sehingga yang dinyatakan lulus hanya sebanyak 4.129 orang dan yang mengulang sebanyak 157 orang. Mihdar membeberkan, sekolah yang pesertanya paling banyak tidak lulus terdapat di SMP 1 Terbuka Pangsid sebanyak 23 orang, menyusul SMP 4 Dua Pitue sebanyak 20 orang dan MTs DDI Ma'had Pangkajene 17 orang serta SMPN 2 Pangsid sebanyak 10 orang. Angka ketidaklulusan lainnya juga terjadi di sejumlah sekolah lainnya, namun hanya diketahui satu hingga empat orang yang tidak beruntung. "Sisanya, lulus 100 persen," kata Mihdar. Berdasarkan hasil klarifikasi di Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel kata Mihdar, rata-rata siswa yang gagal UN disebabkan karena rendahnya nilai mereka pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang diujikan. Pada mata pelajaran ini kata Mihdar, ada siswa yang nilainya sangat jeblok sehingga dinyatakan harus mengulang. "Untuk mata pelajaran lainnya seperti matematika, IPA, dan bahasa Inggris, semuanya baik," katanya. Sementara di Soppeng, tingkat kelulusan UN SLTP juga meningkat signifikan. Dari total 3.325 peserta UN yang lulus mencapai 3.201 orang. Sementara yang dinyatakan harus mengikuti ujian ulangan hanya 124 orang. Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Soppeng, Drs H Kasniady MSi mengatakan, terjadinya peningkatan persentase kelulusan siswa SMP sederajat ini salah satunya karena kegiatan try out yang mulai digalakkan di sekolah-sekolah. Kasniady menambahkan, tingkat kelulusan SLTP tahun ini meningkat menjadi 96,27 persen dari total peserta peserta UN sebanyak 3.325 orang. Sedang tahun lalu dari 3.076 siswa yang ikut UN, yang lulus hanya 2.671 orang atau tidak lulus sebanyak 405 orang. "Itu artinya tingkat kelulusan tahun lalu hanya sekitar 86,86 persen," tandas Kasniady. (*/d)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " 90% Kelulusan di Ajatappareng "