| Home | |
KAMIS, 07 JANUARI 2010 | 11996 Hits

Satu Rumah Hanyut, Ratusan Ha Sawah Rusak
Banjir Telan Korban Jiwa
BARRU -- Hujan deras yang disertai angin kencang beberapa hari terahir membuat beberapa sungai di Barru meluap. Akibatnya terjadi banjir di beberapa wilayah. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tapi juga menelan korban jiwa.
Rabu 6 Januari kemarin, dua warga ditemukan tewas, setelah terseret derasnya air sungai. Dua warga itu adalah Ikbal (19) warga Desa Libureng, Kecamatan Tanete Riaja, dan Kadue (50) warga Dusun Pange Desa Palakka, Kecamatan Barru. Korban Ikbal dilaporkan terseret arus sungai pada Selasa 5 Januari sekitar pukul 16.00 Wita, dan baru ditemukan Rabu 6 Januari sekitar pukul 05.30 Wita. Ikbal ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi awal tempatnya terseret. Sementara Kadue ditemukan tewas setelah terbawa arus sungai sekira 5 km. Kadue bersama anaknya Saleh, Selasa 5 Januari sekitar pukul 16.00 Wita, berencana mengamankan ternaknya, namun tiba-tiba terseret air sungai. Dia baru ditemukan Rabu 6 Januari sekira pukul 08.00 Wita, dengan kondisi tidak bernyawa lagi. Sementara Saleh anak korban mampu menyelamatkan diri dan saat ini masih dirawat intensif di Puskesmas Palakka. Pantauan PARE POS di beberapa lokasi kemarin, meski banjir telah surut namun warga masih tetap mewaspadai adanya banjir susulan. Lokasi terparah adalah di Kaerengnge, Desa Palakka, Kelurahan Mangempang, Sumpang Binangae, Lisu, Ele, Ralla, serta beberapa wilayah di Kecamatan Balusu dan Kecamatan Barru. Beberapa fasilitas umum seperti jembatan dan jalan juga mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut. Di Kecamatan Balusu, jembatan gantung Lakepo hanyut, sementara jembatan gantung di Desa Kamiri oleng. Di Lapasu juga ada jembatan gantung hanyut, serta dua ekor sapi mati, ditambah delapan ekor lagi belum ditemukan. Kondisi terparah adalah ancaman gagal panen petani, setelah ratusan hektare sawah terendam. Rencananya, kembali akan dilakukan penanaman benih ulang. Selain itu puluhan hektare tambak juga terendam banjir. Ratusan rumah warga di tiga kecamatan juga terendam banjir, bahkan ada satu rumah yang hanyut terseret air. Beberapa warga yang ditemui di lokasi mengatakan, banjir yang terjadi Selasa 5 Januari, sekitar pukul 15.00 Wita, terjadi secara tiba-tiba karena hujan tidak terlalu deras. Air sungai tiba-tiba meluap dan merusak sejumlah tanaman warga. "Baru saat ini banjir cukup besar dan ini terjadi secara tiba-tiba. Mungkin ini banjir kiriman, karena di daerah pegunungan terjadi hujan deras," kata Hamdi, warga setempat. Kapolsek Tanete Riaja AKP Azhari yang ditemui di rumah duka (alm) Ikbal di Kecamatan Tanete Riaja, kemarin, mengakui, korban ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi awal terseret arus sungai. "Dalam pencarian kami libatkan beberapa warga. Pengakuan beberapa warga, bahwa banjir ini merupakan kiriman karena hujan tidak terlalu deras," kata kapolsek. Kepala Dinas Pertanian Barru, Samang Galigo secara terpisah mengatakan, lokasi area tanaman padi yang rusak akibat banjir saat ini belum bisa dipastikan. Namun menurut dia, ada beberapa tanaman padi warga yang masih berumur dua hingga lima hari rusak akibat banjir. Bupati Barru H Andi Muhammad Rum juga sudah turun langsung ke beberapa lokasi yang terserang banjir, kemarin. Dalam kesempatan itu, bupati memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp5 juta per orang. Bupati Andi Muhammad Rum didampingi Kepala Dinas Kesos Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta beberapa pejabat Pemkab Barru lainnya juga datang ke rumah duka dan memberikan bantuan. Kepala Dinas Kesos Naker dan Trans Barru, Hj St Nasriah Majid mengatakan, pemkab memberikan bantuan kepada keluarga korban banjir yang telah meninggal sebesar Rp5 juta. Selain dari Pemkab Barru, lanjut Nasriah, anggota DPRD Sulsel juga akan memberikan bantuan kepada para korban. (mad/e)

Komentar Anda Untuk Berita/Artikel " Banjir Telan Korban Jiwa "